SPF Dan Bank Mayapada Gelar Pelatihan Konservasi Penyu Untuk Masyarakat Lokal Sawendui, Papua

Foto bersama antara Fasilitator dengan para peserta usai pelatihanFoto bersama antara Fasilitator dengan para peserta usai pelatihan

Saireri Paradise Foundation (SPF) berkat bantuan dari Bank Mayapada menyelenggarakan kegiatan “Pelatihan Monitoring Pantai Peneluran dan Relokasi Telur Penyu Berbasis Masyarakat” di Sawendui, Distrik Raimbawi, Kepulauan Yapen, Papua, pada tanggal 26-27 Februari 2018 yang lalu.. Pelatihan ini ditujukan kepada anggota Kelompok Masyarakat Pelestari Penyu “INSEREI” Sawendui (KMPP Inserei) dan beberapa masyarakat yang memiliki ketertarikan pada kegiatan konservasi penyu.

Akmal F Patopang, aktivis SPF menerangkan KMPP Inserei telah melakukan kegiatan monitoring pantai peneluran Penyu secara intensif di Sawendui sejak tahun 2012 yang lalu. Hingga hari ini mereka telah berhasil melepasliarkan sebanyak 51.674 individu tukik Penyu ke laut.

“Mengingat pentingnya peran KMPP Inserei dalam pelestarian Penyu di Sawendui, SPF sebagai pendamping kelompok secara rutin melakukan kegiatan pelatihan yang tujuannya adalah untuk meningkatkan kompetensi dan kapabilitas anggota kelompok.” Ungkap Akmal F. Patopang, aktivis SPF melalui siaran pers yang diterima oleh navigasinews.com.

Pada pelatihan ini, SPF mengundang Bapak Natalis Delizius Kolops dari Jayapura sebagai fasilitator yang akan memberikan materi pelatihan. Beliau adalah alumni dari Institut Partanian Bogor dan aktif di Yayasan Lingkungan Hidup Papua sejak 2012 s.d. 2017. Berbekal pengalamannya dalam melibatkan masyarakat pada kegiatan konservasi di Mamberamo, Bapak Natalis lebih banyak menyampaikan materi tentang esensi dan manfaat kegiatan monitoring Penyu berbasis masyarakat seperti yang sedang dilakukan di Sawendui.

“Fasilitator menekankan kepada peserta agar tetap konsisten dalam menjaga keberlanjutan kegiatan yang sudah dilakukan. Untuk materi teknis tentang relokasi telur Penyu disampaikan oleh Koordinator Konservasi Penyu SPF yaitu Bapak Suratman Baharudin. “ tutur Akmal.

Menggunakan metode komunikasi eksploratif dua arah, kedua fasilitator mampu mengstimulan para peserta untuk terlibat aktif dalam pelatihan yang diselenggarakan. Selain itu, format pelatihan yang didesain tidak terlalu formal, bahkan bisa dikatakan hampir sama seperti format rapat adat dengan duduk melingkar, membuat suasana menjadi lebih cair dan peserta tidak kaku untuk menyampaikan pendapatnya.

Natalis menyampaikan bahwa sebetulnya para peserta (masyarakat) telah memiliki bekal pengetahuan tradisional yang banyak tentang Penyu, namun kita sebagai fasilitator perlu memasukkan unsur-unsur sientifik sehingga data dan informasi yang dihasilkan dari kegiatan monitoring yang mereka lakukan bisa diolah secara ilmiah.

“Kemudian perlu juga saya sampaikan kepada SPF agar melakukan kegiatan pendampingan yang terus-menerus kepada anggota kelompok sehingga materi pelatihan bisa dipraktekkan pada saat monitoring pantai peneluran penyu dilaksanakan” tambah Bapak Natalis.

Sementara itu, Suratman Baharudin selaku penanggung jawab pelaksanaan pelatihan menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian dari program pembinaan kelompok Penyu yang diinisiasi SPF berkat bantuan dari Bank Mayapada. Sebelumnya, rangkaian kegiatan ini telah dimulai dari kegiatan ibadah konservasi Penyu bersama jemaat GKI Bethesda Sawendui dan kampanye konservasi Penyu di SMP N Jobi.

“mohon doa dan dukungan dari masyarakat agar rangkaian kegiatan berjalan dengan baik, partisipasi masyarakat dalam melestarikan Penyu terus meningkat sehingga tujuan kita bersama dalam melestarikan Penyu di Sawendui bisa tercapai.” Tutur Suratman.

Be the first to comment on "SPF Dan Bank Mayapada Gelar Pelatihan Konservasi Penyu Untuk Masyarakat Lokal Sawendui, Papua"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*