Kapolda Sulbar Berhentikan Personilnya Secara Tidak Terhormat

Navigasinewscom – Kapolda Sulbar Brigjen Pol.Baharuddin Djafar terlihat memberikan nasihat kepada Tujuh personilnya yang kena sanksi pembinaan, usai melaksanakan upacara PTDH di halaman Mapolda Sulbar.

Tiga orang personil Kepolisian Polda Sulawesi Barat ( Sulbar ) diberhentikan dengan tidak hormat sebagai insan hayangkra polda sulbar, dalam upacara PTDH karena melanggar kode etik Kepolisian Negara Republik Indonesia yang sangat berat.

Selain Tiga orang di PTDH, Kapolda Sulbar juga memberikan sanksi pembinaan disiplin kepada Tujuh personilnya dengan melakukan penandatanganan pernyataan sikap agar tidak lagi mengulangi perbuatannya.

Kapolda Sulbar Birgjen Pol. Baharuddin Djafar kepada sejumlah media mengatakan, bahwa sanksi yang diberikan berujung pemecatan terhadap Tiga personilnya sangat disayangkan terjadi.

Namun kata Jenderal bintang satu itu, demi menjaga nama baik institut Kepolisian dimata masyarakat sehingga bagi anggota yang melanggar dan tidak bisa lagi di bina maka wajib pimpinan memberhentikan secara hormat. ( PTDH )

“Tiga orang yang dipecat ini bukan lagi insan Bhayangkara Polda Sulbar, Tiga personilnya dihadapkan dengan pemecatan karena melanggar aturan kode etik Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kami sudah mengupayakan untuk melakukan pembinaan, namun yang bersangkutan tidak bisa berubah sehingga pada hari ini Polda Sulbar melaksanakan upacara PTDH,” kata Kapolda Sulbar Brigjen Pol. Baharuddin Djafar. Selasa (9/1) usai memimpin upacara PTDH dihalaman Mapolda Sulbar.

Selain itu kata Baharuddin, selama tahun 2017. Pemecatan anggota Polisi yang melanggar aturan kode etik Kepolisian adalah kasus tahun 2017 dengan jumlah 12 personil.

Kapolda Sulbar Menandatangani Pemberhentian Secara Tisak Terhormat Kepada Personilnya.

Ditambah lagi dengan 3 personil tahun ini 2018, sehingga total yang sudah di PTDH kan mencapai 15 personil,Tentunya kata dia, dengan adanya PTDH ini akan menjadi pembelajaran bagi insan Bhayangkara khususnya di Polda Sulbar dan sudah menjadi instruksi Kepala Kepolisian Republik Indonesia ( Kapolri ), bila ada personil yang berprestasi wajib diberikan reparasi, namun bila ada personil polisi yang melanggar aturan kode etik Kepolisian mutlak harus diberhentikan. ”Jadi kita tidak main-main, kalau ada anggota berprestasi wajib saya berikan reward namun bila ada anggota yang langgar kode etik Kepolisian yang sifatnya sudah tidak bisa ditolerir, maka mutlak kita berhetikan secara tidak hormat,” tegas mantan Kabag Humas Polda Metro Jaya Jakarta itu.

Seperti diketahui adapun nama-nama yang mengikuti PTDH diantaranya Brigpol Andi Makkasau yang melanggar pasal 7 ayat 1 huruf PP RI nomor 14 tahun 2011 tentang tidak melaksanakan tugas dan pasal 14 ayat ( 1 ) huruf ( a ) PP RI dan nomor 1 tahun 2003 tentang meninggalkan tugas tanpa keterangan. Bripka Muh. Tauhid juga melanggar pasal 11 huruf ( e ) nomor 14 tahun 2011 tentang meninggalkan tugas tanpa keterangan yang sah secara 30 hari berturut-turut dan Brigpol Mustakim dengan melanggar pasal 11 huruf ( e ) nomor 14 tahun 2011 tentang meninggalkan tugas tanpa keterangan yang sah.

Adapun nama-nama yang mengikuti penandatanganan pernyataan sikap, sebagai bentuk sanksi agar tidak lagi mengulangi perbuatannya. Diantaranya yaitu: Briptu Muh Yusuf, Bripka Muh Syraif Damis, Bripka Muh Syukri, Brigpol Romiansyah, Bripka Hamka, Bripka Imam Hadi dan Brigpol Ardiansyah.

Be the first to comment on "Kapolda Sulbar Berhentikan Personilnya Secara Tidak Terhormat"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*