Penulis Eko Prasetyo Hadir Di Forum Intermediate Training HMI Di Makassar

Logo Intermediate Training HMI Cabang Makassar Timur

Navigasinews.com – Penulis Buku Bergeraklah Mahasiwa, Eko Prasetyo, mengisi forum Intermediate Training Nasional HMI Cabang Makassar Timur tentang Pendidikan dan Gerakan Sosial Islam dalam rangka mewujudkan Negara Kesejahtetaan.

Dalam materinya sampaikan Problem pendidikan yang dihadapi hari ini cukup banyak. Masalah yang dihadapi seperti menumpuknya pelajaran disekolah. Proses pembelajaran yang hanya didominasi oleh guru dan dilakukan dengan hafalan.

Akibatnya apa? Peserta didik tidak ada lagi keinginan untuk mencari penyebab sesuatu karena pendidikan kita yang selalu “menyuap”. Pendidikanpun terlampau jauh dari kenyataan sosial yang dialami oleh siswa dan sulit menemukan solusi dalam suatu permasalahn sosialnya. (Pungkasnya)

Pendidikan Islam dimulai dari kemerdekaan manusia, manusi dianugrahi Akal sebagai potensi manusia. Tetapi potensi tersebut dicerabut oleh sistem pendidikan hari ini. Anak-anak Islam harus menjadii sosok yang cerdas, berani dan tidak jauh dari realitas sosial. Oleh sebab itu dibutuhkan guru atau pendidikan sebagai pendamping proses pembelajaran.

Pendidikan terdahulu menciptakan keseragaman pada peserta didik bukan keberagaman. Buku-buku diubah total dan mengadopsi sebagian budaya saja. Hal ini tidak sesuai dengan kondisi Keindonesiaan yang beragam.

Proses penyeragaman ini dalam prosesnya dilakukan dengan pengendalian guru. Guru dianggap sebagai pegawai yang tentunya erat dengan kekuasaan. Alhasil, guru menjadi tak berdaya.

Percobaan penyeragaaman ini tidak sampai pada guru saja melainkan diintervensi melalui kurikulum yang berlaku. Seperti itulah potret pendidikan kita hari ini.

Eko Prasetyo Mendapatkan Cinderamata Dari Peserta Intermediate Training

Masalah semakin kompleks dan terlampau berat diperhadapkan dengan kondisi global yang mengedepankan persaingan membuat kita semakin terpuruk.

Menurut Sutami Selaku moderator yang mendapingi beliau Pendidikan merupakan suatu kebutuhan manusia. Tanpa pendidikan manusia menjadi teralienasi dari fitrahnya. Akan tetapi, pendidikan bukanlah hal yang mudah didapatkan oleh setiap rakyat Indonesia.

Dalam mengakses pendidikan biaya terlampau mahal. Kita patut menagih bahwa ada janji yang perlu dilunasi yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa tanpa syarat apapun.

Menurut Ketua Umum HmI Cabang Makassar Timur, Abdul Muis Amiruddin, di Indonesia cukup banyak tokoh yang patut dijadikan panutan dalam dunia Pendidikan salah satunya Ki Hadjar Dewantara menunjukkan bahwa pendidikan diselenggarakan dengan tujuan membantu siswa menjadi manusia yang merdeka dan mandiri, serta mampu memberi konstribusi kepada masyarakatnya. “Ujarnya kepada Navigasinews.

Menjadi manusia merdeka maksudnya adalah tidak hidup terperintah, berdiri tegak karena kekuatan sendiri dan cakap mengatur hidupnya dengan tertib. Singkatnya, pendidikan menjadikan orang mudah diatur tetapi tidak dapat disetir.
Mengajar bukanlah kegiatan memindahkan pengetahuan dari guru ke murid melainkan kegiatan yang memungkinkan siswa membangun sendiri pengetahuannya.

Pengajar ikut aktif bersama siswa dalam membentuk pengetahuan, mencipta makna, mencari kejelasan, bersikap kritis dan memberikan penilaian-penilaian terhadap berbagai hal. Mengajar dalam konteks ini adalah membantu siswa untuk berpikir secara kritis, sistematis dan logis dengan membiarkan mereka berpikir sendiri.

Be the first to comment on "Penulis Eko Prasetyo Hadir Di Forum Intermediate Training HMI Di Makassar"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*