bnpt 1 photo bnpt 2_zpsit6thrqt.png

Kapolri Tito Karnavian : KAHMI Unsur Penting Bangsa Indonesia

Navigasinews.com – Kapolri Jenderal Pol H.M Tito Karnavian menghadiri acara Dialog Nasional KAHMI. Kapolri kagum dengan penyebaran alumni HMI di berbagai bidang dan elemen kehidupan masyarakat, termasuk alumni HMI yang membaur di kalangan eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

Karena itulah, Tito mempunyai harapan besar kepada KAHMI sebagai salah satu unsur penting bangsa ini agar selalu turut serta dalam mencegah potensi konflik sosial di tengah masyarakat.

Kapolri Meminta alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang bernaung dalam Korps Alumni HMI (KAHMI) yang tersebar di seluruh Indonesia bisa menjaga konflik sosial di dalam bangsa ini.

“Kahmi ada di mana-mana, kapan saja di mana saja ada KAHMI. Makanya kalau ada potensi konflik, KAHMI bisa berperan dengan memberikan pernyataan-pernyataan yang mendinginkan,” kata Kapolri dalam dialog nasional HUT Ke-51 KAHMI bertema ‘Mewujudkan Keadilan, Menyatu Dalam Kebhinnekaan’ di Gedung Jakarta Convention Center, Selasa (19/9/17) kemarin.

Dia pun kembali menegaskan bahwa Indonesia berpotensi menjadi negara maju bahkan menjadi super power karena sudah memiliki tiga prasyarat utamanya, yakni populasi penduduk yang besar mencapai sekitar 265 juta jiwa, kekayaan alam yang melimpah ruah, serta luas wilayah yang terbentang dari Sabang sampai Merauke.

Bahkan, Price Waterhouse Coopers (PWC) sudah memprediksi kalau Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi terkuat nomor 5 di dunia pada 2030 nanti, bahkan 20 tahun selanjutnya atau pada 2050 akan naik ke peringkat 4. “Syaratnya adalah pertumbuhan ekonomi terjaga di atas 5%, dan stabilitas politik di dalam negeri terkendali. Jadi sekali lagi, jangan cakar-cakaran di dalam,” tegasnya.

Koordinator Presidium KAHMI yang juga  mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menilai saat ini ada problem yang dihadapi bangsa Indonesia dalam bidang ekonomi, yakni ‎kesenjangan yang terjadi antara kelompok kaya dengan miskin. Dia mencontohkan, saat ini sebanyak 0,04% pemilik uang di bank uangnya jauh lebih besar dari 47% pemilik uang di masyarakat.

Kedepannya nasionalisme ‎kita harus dibangun berbasis pada keadilan. Sehingga tidak ada lagi masyarakat yang dirugikan akibat kebijakan yang diatur negara. “Ujar Prof Mahfud.

Eh, Sudah Baca Ini Belum?

Kapolri Jenderal Tito Karnavian Berbagi Pengetahuan Di Acara Partai Golkar Navigasinews.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian hadiri pada acara 'Pelatihan dan Pendidikan Komun...
Kapolri Jenderal Tito Karnavian : Soal Aris Budiman Ke DPR, Itu Tanpa Sepengetah... Navigasinews.com - Kedatangan Direktur Penyidikan (Dirdik) KPK Brigjen Aris Budiman ke Pansus KPK di...
Kapolri Jenderal Tito Karnavian Memimpin Sertijab 5 Kapolda Baru Navigasinews.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian memimpin penyerahan sertifikat jabatan (sertijab)...
Kapolri Jenderal H Muhammad Tito Karnavian : Menitipkan WNI Kepada Kepala Polisi... Navigasinews.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menitipkan Warga Negara Indonesia (WNI) yang seda...
Kabaintelkam Polri Telah Mendeteksi Kelompok Penyebar Ujaran Kebencian Di Intern... Navigasinews.com - Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri Komjen Lutfi Lubihanto m...