Harga Kacang Tanah Semakin Memprihatinkan,Petani Di Kabupaten Mamuju Mengeluh

Navigasinews.com – Kacang tanah yang bahasa latinnya Arachis Hypogaea, kacang tanah menjadi makanan untuk cemilan yang sangat favorit baik yang dikonsumsi dengan direbus, digoreng, disangrai, & dibuat berbagai macam makanan.

Mengingat kebutuhan kacang tanah semakin meningkat maka budidaya tanaman kacang tanah juga harus di tingkatkan.

Panen Kacang tanah di Kecamatan Kalukku, ditanggapi dingin oleh para petani. Meski hasil panennya tergolong bagus, namun harga jual kacang tanah sulit naik. Harga jualnya masih tetap sama dengan tahun-tahun lalu yakni Rp 4.000 /kg, padahal biaya produksinya sudah merangkak naik.

Petani Kacang Tanah Di Kecamatan Kalukku, Kab Mamuju Prov Sulawesi Barat

Ibu Marda, petani yang tengah memanen kacang tanah di Desa Tasiu, Kec.Kalukku Kab.Mamuju Sabtu (16/9) mengatakan, harga jual kacang tanah seharusnya ikut naik mengikuti kenaikan harga sejumlah komoditas seperti Bahan Bakar Minyak (BBM), pupuk,dan barang-barang sembako lainnya.

Masak sudah tiga tahun ini harga selalu sama yakni sekitar Rp 4.000/Kg untuk kacang yang masih basah, sedangkan kacang yang sudah di buka kulitnya di hargai sekitar 18.000/Kg. Hal ini tidak adil karena ongkos produksinya terus naik. Pemerintah seharusnya mengintervensi agar harga jual kacang tanah membaik. “Katanya kepada Navigasinews.

Memang hasilnya masih menguntungkan, tetapi seharusnya bisa lebih tinggi dari itu karena masa tanamnya sekitar tiga bulan. Bila dirata-rata pendapatan kami per bulan tidak sampai Rp 300.000, “Katanya.

Agar biaya tenaga kerja bisa diperhemat, para petani mengupah para buruh tenaga panen dengan hasil kacang atau ubi kayu, sedangkan Rendeng tersebut dimanfaatkan untuk pakan ternak sendiri katanya.

Mama Ani, salah seorang buruh panen mengatakan meski tidak diupah ia tetap bersemangat karena masih memperoleh rendeng dan ubi kayu. “hasil rendeng bisa lebih banyak sehingga bisa di berikan untuk pakan ternak Sapi,” Katanya

Be the first to comment on "Harga Kacang Tanah Semakin Memprihatinkan,Petani Di Kabupaten Mamuju Mengeluh"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*