OTT KPK Berlanjut Di Kalimantan Selatan, Ketua DPRD Banjarmasin & Dirut PDAM

Navigasinews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Ketua DPRD Banjarmasin Iwan Rusmali dan Direktur Utama PDAM Bandarmasih Muslih sebagai tersangka kasus dugaan suap persetujuan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyertaan Modal Pemerintah Kota Banjarmasin kepada PDAM Bandarmasih sebesar Rp 50,5 miliar, Jumat (15/9).

Selain Iwan Rusmali dan Muslih, status tersangka juga disematkan KPK kepada Wakil Ketua DPRD Banjarmasin Andi Effendi dan Manajer Keuangan PDAM Banjarmasin Trensis yang turut ditangkap dalam OTT kemarin.

“KPK meningkatkan status penanganan perkara tersebut ke penyidikan serta menetapkan 4 orang tersangka, yaitu M (Muslih), T (Trensis), IRS (Iwan Rusmali), dan AE (Andi Effendi),” kata Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (15/9).

Dalam OTT kemarin, tim Satgas KPK menyita uang tunai sebesar Rp 48 juta yang diduga merupakan bagian dari commitmen fee sebesar Rp150 juta.

Atas tindak pidana yang dilakukan Iwan dan Andi maka disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara Muslih dan Trensis yang menjadi pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Kita lihat aja hasil dari pemeriksaan lanjutan tersangka di jakarta nanti. “Ujar pegawai KPK.

Be the first to comment on "OTT KPK Berlanjut Di Kalimantan Selatan, Ketua DPRD Banjarmasin & Dirut PDAM"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*