bnpt 1 photo bnpt 2_zpsit6thrqt.png

Fatahillah Ramli : Banyak Oknum Mengatasnamakan SOKSI

Navigasinews.com – Dilandasi kesadaran dan keyakinan yang mendalam akan keluhuran serta kebenaran cita-cita perjuangan dalam rangka mewujudkan masyarakat karya yang tidak lain adalah masyarakat sejahtera sebagai pengamalan Pancasila, maka karyawan Indonesia pada saat itu (20 Mei 1960) menyatakan berhimpun dalam suatu organisasi yang di namakan Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI).

Soksi lahir pada 20 Mei 1960 karena panggilan sejarah untuk membela PANCASILA, Undang-Undang Dasar 1945, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang pada saat itu mengalami berbagai cobaan, khususnya dari Partai Komunis Indonesia (PKI) dan underbouw-nya, seperti SOBSI, Pemuda Rakyat, Gerwani, Lekra, Corps Gerakan Mahasiswa Indonesia/CGMI).

Semangat dan tekad untuk membela Pancasila, UUD 1945, dan NKRI itulah yang mendasari kelahiran Soksi pada saat itu, Pendiri SOKSI, Bapak Suhardiman ditugaskan oleh negara untuk menasionalisasi perusahaan-perusahaan asing dan menjabat sebagai Sekretaris BANAS (Badan Nasionalisasi Perusahaan-Perusahaan Belanda).

Keberadaan pada tugas tersebut memudahkan Pendiri pada saat itu untuk merekrut kader-kader inti dari perkebunan-perkebunan asing yang dinasionalisasi. Hal ini jugalah yang mengakibatkan banyak kader Soksi berada di perkebunan.

Perlu diketahui oleh seluruh masyarakat Indonesia bahwa SOKSI hingga saat ini kokoh menjaga keutuhan NKRI dan penguatan Ideologi Pancasila, baik melalui berbagai program yang dilaksanakan oleh Dewan Pimpinan Nasional (Depinas), Dewan Pimpinan Daerah (Depidar), Dewan Pimpinan Cabang (Depicab) dan Lembaga Konsentrasi yang bernaung di dalamnya.

Pada Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2014, pendiri yaitu Prof Suhardiman menyampaikan dukungannya kepada pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla karena adanya kesamaan doktrin karyawanisme SOKSI dengan Nawacita.

Hal itu dibuktikan dengan hadirnya Presiden Republik Indonesia terpilih Joko Widodo di pelantikan Pengurus Depinas SOKSI periode 2015-2020 dengan Ketua Umum Ade Komarudin pada Sabtu, 8 Agustus 2015 di Balai Kartini Jakarta hadir beberapa Menteri Kabinet Kerja yaitu ; Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dan Kepala Bappenas Andrinof Chaniago. Selain itu, ada pula Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardoyo dan Ketua Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Hadad.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Ade Komarudin mengatakan bahwa SOKSI sejalan dengan Nawacita dan secara langsung mendukung pemerintahan Jokowi-JK. Hal ini tentu bisa dikatakan bahwa sejak tahun 2014, SOKSI berkomitmen baik secara organisasi maupun individunya turut berpartisipasi dalam proses pemenangan dan mengawal pemerintahan Jokowi-JK.

Menyikapi kondisi kekinian yang memprihatinkan bagi kami sebagai generasi penerus, yakni banyaknya Oknum yang mengatasnamakan SOKSI dan melakukan upaya-upaya yang berpotensi melemahkan nama baik serta Ghiroh perjuangan organisasi SOKSI sesuai dengan semangat pendiri Prof. Suhardiman, maka kami menyatakan beberapa hal sebagai berikut :

  1. Menyampaikan apresiasi kepada DPP Partai Golkar yang melalui Sekjend Idrus Marham menyatakan kepada media bahwa DPP partai Golkar tidak melakukan upaya campur tangan atau intervensi terhadap SOKSI, pada tanggal 31 Agustus 2017 di DPP Partai Golkar Jl. Anggrek Nelly, Jakarta Barat.
  2. Menginformasikan kepada Depidar, Depicab dan seluruh kader SOKSI bahwa Depinas SOKSI telah melayangkan surat dengan Nomor 288.17/DEPINAS/SOKSI/VIII/2017 tanggal 24 Agustus 2017 sebagai bentuk Permohonan Pembatalan segala bentuk Merk Logo, Nama Panjang dan Singkatan yang identik atau memiliki kemiripan dengan Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) yang digunakan oleh dan untuk kepentingan pihak lain.
  3. Menginformasikan  kepada Depidar, Depicab dan seluruh kader SOKSI berdasarkan surat Dirjen AHU Kemenkumham bernomor AHU.UM.01/01.906 per tanggal 30 Agustus 2017 yang menerangkan Pembatalan merk dan nama Organisasi Perkumpulan (di bawah kepemimpinan Ali wongso) dan Presidium (di bawah kepemimpinan Laurens TP Siburian) yang menggunakan nama Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia dan singkatan SOKSI, serta logo SOKSI.

Dalam surat bernomor AHU.UM.01/01.906 dan AHU.UM.01/01.907 tanggal 30 Agustus 2017 tersebut, Dirjen AHU Kemenkumham meminta persetujuan dari Perkumpulan (di bawah kepemimpinan Ali wongso) dan Presidium (di bawah kepemimpinan Laurens TP Siburian) yang menggunakan nama Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia dan singkatan SOKSI, serta logo SOKSI, untuk melakukan perubahan atas Nama Panjang, Singkatan, dan Logo.

Hal tersebut dikarenakan Nama Panjang, Singkatan dan Logo lebih dahulu telah didaftarkan oleh Ade Komarudin di Dirjen Politik dan Umum Departemen Dalam Negeri dan Dirjen Kesatuan Bangsa dan Politik Kementerian Dalam Negeri, serta telah mendapatkan Sertfikat Merk dari Dirjen HAKI Kemenkumham.

  1. Ketua Umum Depinas SOKSI Ade Komarudin melalui kuasa hukumnya telah melaporkan ke Bareskrim Mabes Polri suatu Tindak Pidana Penggunaan Merk Secara tanpa Hak pada tanggal 20 April 20187 dengan tanda bukti lapor bernomor : TBL/273/IV/2017/BARESKRIM, sebagai pelanggaran yang dilakukan oleh Ali Wongso Sinaga, Anshari Wiriasaputra dan Erwin Ricardo Silalahi.   
  2. Menghimbau kepada seluruh Pengurus Depidar, Depicab dan Lembaga Konsentrasi untuk tetap fokus kepada kerja-kerja organisasi dan perkaderan baik di internal SOKSI maupun di tingkat kepartaian yaitu Golongan Karya, agar dapat membantu partai Golkar meningkatkan Elektabilitasnya menjelang Pilkada serentak tahun 2018 dan Pilpres di tahun 2019.
  3. Menghimbau kepada seluruh Pengurus Depidar, Depicab dan Lembaga Konsentrasi SOKSI untuk Mendukung dan berpartisipasi aktif dalam proses pemerintahan dan pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintahan pimpinan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, karena Visi SOKSI sejalan dengan Visi besar Nawacita.
  4. Depinas, Depidar, Depicab dan Lembaga Konsentrasi SOKSI menyatakan keprihatinannya dari hati yang paling atas tragedi kemanusiaan yang terjadi di Rohingya, dan meminta kepada Pemerintah Republik Indonesia turut berkontribusi dalam ranah diplomasi ke Pemerintah Myanmar agar permasalahan tersebut dapat terselesaikan dengan baik.

Konfrensi pers ini di inisiasi oleh beberapa organisasi seperti Fatahillah Ramli (Ketua Depinas SOKSI), Poerwoko Soemantri (Ketua Umum LKBH Trisula), Ichsan Firdaus (Sekjen Wira Karya), Nofel Saleh Hilabi (Ketua Umum Baladhika Karya), Irham Kaharuddin (Ketua Umum Fokusmaker) & Lasti Handini (Sekjen Wanita Swadiri Indonesia)

Eh, Sudah Baca Ini Belum?

Baladhika Karya Berinisiatif Menjadikan Pencak Silat Olahraga Dunia Navigasinews.com - Melalui kejuaraan pencak silat se Jawa Barat yang diselenggarakan di GOR Purnawar...
Ketua DEPINAS SOKSI : Rekomendasi Ridwan Kamil Ada Kejanggalan Navigasinews.com - Ketua DEPINAS SOKSI (Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri ...
Idrus Marham : DPP GOLKAR Tak Sedikitpun Mencampuri Konflik SOKSI, Tolong Selesa... Navigasinews.com - Sekretaris Jenderal DPP Partai Golongan Karya Idrus Marham mengatakan bahwa perma...
Rakornas MN KAHMI Turut Hadir Gubernur Jawa Timur & Tokoh Nasional Navigasinews.com - Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) IV Majelis Nasional Korps Alumni H...
Pesan Ade Komarudin : Meminta Seluruh Kader Golkar Menjaga Keutuhan Bangsa Navigasinews.com - Sentral organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Soksi) Mengadakan Renungan Hari Ul...