bnpt 1 photo bnpt 2_zpsit6thrqt.png

Badko HMI Nusra Meminta Jokowi Mengambil Sikap Terhadap Tragedi Rohingnya & Mengusir Kedubes Myanmar Di Indonesia

Navigasinews.com – Tragedi pembantaian etnik Muslim Rohingya di Rakhine Myanmar semakin menjadi-jadi. Ini terjadi semenjak 25 Agustus 2017, sampai detik ini masih belum menemukan titik terang.

Korban jiwa terus berjatuhan akibat sweeping pasukan keamanan Myanmar dan Kelompok Garis Keras Agama Bhuda.

Hingga sekarang, sudah 400 orang menjadi korban keganasan Militer Myanmar dan kelompok garis keras Agama Bhuda Myanmar.

Aksi kecaman sudah dilakukan oleh berbagai negara, termasuk aktivis HAM. Namun tidak juga digubris oleh Pemerintahan Myanmar.

Ketua Umum Badan Koordinasi HMI Nusra, Abdul Hafid turut mengecam terhadap kasus Rohingnya. Dia menilai aksi kecaman saja tidak cukup, harus dilakukan upaya-upaya yang lebih menekan kepada PM Myanmar. “Ujarnya kepada Navigasinews.

Abdul Hafid (Ketua Umum HMI Badko Nusra)

“Baiknya Melakukan sweeping terhadap turis-turis dari Myanmar yang masuk di wilayah NTB dan sekitarnya, nampaknya lebih konkrit” katanya. Saat menyampaikan pandangan mengenai tragedi ini ditemui usai shalat ied di Islamic center Mataram, Jumat (1/9/17).

Hafid mengaku geram atas tindakan yang tidak manusiawi ini. Dia juga menjelaskan, sedang melakukan konsolidasi ditingkat HMI daerah Nusa Tenggara untuk menggalang bantuan agar meringankan beban masyarakat Rohingya.

“Setidaknya sekitar 38 ribu warga Rohingya yang keluar dari Rakhine dan lainnya masih mencari tempat aman untuk mengamankan diri. Pembantaian yang menewaskan Ratusan Muslim Rohingya, dan Kami sedang membangun komunikasi untuk membantu mereka atas nama kemanusiaan.” Katanya.

Selain membangun komunikasi di tingkat daerah, Hafid juga menghimbau pada pemerintah pusat agar serius dan cepat membangun konsolidasi di tingkat internasional.

“Kami meminta dengan hormat kepada bapak Presiden Indonesia Joko Widodo, untuk segera ambil sikap dan mengusir Kedubes Myanmar di Indonesia, juga menekan PBB untuk mengirim tentara perdamaian dunia ke Myanmar,” ujar Hafid.

Untuk diketahui, laporan PBB yang terbaru, ada sekitar 20 ribu-an etnis Rohingya pada saat ini terkatung, mereka tidak diperbolehkan masuk ke wilayah negara-negara yang menjadi tujuan. Dan sejauh ini PBB belum mengambil sikap yang tegas atas kejadian yang tidak manusiawi ini.

Eh, Sudah Baca Ini Belum?

Penggalangan Dana Oleh Aliansi Komunitas Mamuju Telah Di Serahkan Navigasinews.com - Aliansi lembaga Komunitas Mamuju Sulawesi Barat melakukan sebuah gerakan penggala...
Ketum Badko Sulselbar Taufiq Husaini : HMI Cabang Manakkara Melakukan Terobosan ... Navigasinews.com – Sejumlah pengurus HMI Cabang Manakarra berkumpul untuk mempersiapkan kegiatan pel...
Aksi Kemanusiaan Oleh Pemuda Mamuju Peduli Rohingnya Navigasinews.com - Menindak lanjuti apa yang menjadi perhatian dunia saat ini yang tertuju pada aksi...
Peran Indonesia Dalam Konflik Di Myanmar Cukup Signifikan Navigasinews.com - Konflik yang terjadi di Rakhine Myanmar menjadi keprihatinan banyak pihak. Dengan...
Rakornas MN KAHMI Turut Hadir Gubernur Jawa Timur & Tokoh Nasional Navigasinews.com - Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) IV Majelis Nasional Korps Alumni H...