Suropati Syndicate Tolak Internsip Dokter Gigi

Navigasinews.com – Keluarnya Permenkes no. 39 tahun 2017 mengenai Internsip dokter gigi menuai protes.┬áSalah satunya Dari Komunitas Suropati Syndicate.

drg. Agus Ardinansyah MPd. Ked. , Selaku peneliti dari SS ini menegaskan dalam rilisan persnya, “Permenkes ini produk hukum yang tidak berkeadilan bagi dokter gigi dan masyarakat.”

Menurut pakar pendidikan kedokteran ini, saat ini lama studi pendidikan dokter gigi normalnya 6 tahun, namun rata-rata mahasiswa di Indonesia menyelesaikan 7,5 tahun.

Hal tersebut menurutnya disebabkan mahasiswa kedokteran gigi harus mengerjakan pasien secara langsung.

Apabila ditambah dengan waktu program internsip maka masa pendidikan dokter gigi semakin panjang dan otomatis pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan gigi dan mulut masyarakat semakin lama terpenuhi.

“Saya pikir temuan Riskesdas 2013 dan dokumen Profil Kesehatan Indonesia 2016 sudah menjelaskan defisit jumlah tenaga dokter gigi, terlebih di Indonesia timur,” lanjut dosen FKG Universitas YARSI ini.

Dia melanjutkan apabila produk hukum pelaksanaan internsip karena mahasiswa coas tidak diperbolehkan mengerjakan pasien secara langsung sesuai dengan UU kedokteran, bahwa yang boleh mengerjakan pasien adalah yang memiliki SIP.

Maka sebaiknya peraturan ini didahului dengan perubahan kurikulum pendidikan kedokteran gigi.

Untuk itu dia mengusulkan dua pilihan agar pelaksanaan pendidikan dan pelayanan dapat berkeadilan bagi dokter gigi dan masyarakat.

Peneliti Suropati Syndicate drg Agus Ardinansyah M.Pd ked

“Pertama, pelaksanaan UU kedokteran disertai perubahan kurikulum pendidikan dokter gigi kemudian pelaksanaan internsip.

Kedua, pengajuan peraturan pendidikan kedokteran gigi yang terpisah dari aturan pendidikan kedokteran, dimana mahasiswa kedokteran gigi punya legalitas mengerjakan pasien secara langsung,” ujarnya.

Untuk itu dia mendesak PDGI ( Persatuan Dokter Gigi Indonesia) dan AFDOKGI (Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia) mengawal dan terlibat aktif dalam penyusunan peraturan ini.

“Saya melihat PDGI dan AFDOKGI tidak terlibat dalam peraturan tersebut sehingga tidak dimasukkan sebagai salah satu bagian dari KIDI (Komite internsip Dokter Indonesia) nantinya,” tutupnya.

Selain dari itu, drg Arief Rosyid M.Kes , Selaku Dewan Pembina Suropati Syndicate menambahkan agar internsip untuk dokter gigi ini perlu berdasarkan riset dan penelitian yang jelas.

“Perlu ada penelitian dan data mengenai kualitas pelayanan dan jumlah kasus malpraktek dokter gigi yang tanpa intersip ini untuk memastikan perlu tidaknya internsip,” tutup Arief kepada Navigasinews.

Be the first to comment on "Suropati Syndicate Tolak Internsip Dokter Gigi"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*