bnpt 1 photo bnpt 2_zpsit6thrqt.png

KPK & Mendagri : Kasus e-KTP Tetap Berjalan

Para Anggota Komisi Pemberantasan Korupsi

Navigasinews.com – Saksi kunci kasus korupsi proyek e-KTP, Johannes Marliem, diduga tewas bunuh diri di Los Angeles (LA), Amerika Serikat. KPK memastikan bila pengusutan kasus e-KTP itu tidak mengalami masalah. “Saya dapat info Johanes meninggal dunia. Kami belum dapat info rinci karena ini terjadi di Amerika. Proses penyidikan kasus ini akan tetap berjalan. Info lebih rinci tunggu otoritas dari aparat pihak setempat,” ujar Febri Jubir KPK.

Saut Situmorang menjelaskan, Johannes Marliem adalah warga negara asing (WNA) sehingga yang memiliki kewenangan untuk menyelidiki kasus tersebut adalah kepolisian AS. “Karena yang bersangkutan bukan warga negara Indonesia. Kita tunggulah perkembangannya”, kata dia.

Johannes Marliem meninggal dunia di Los Angeles, Amerika Serikat. Berdasarkan kabar yang beredar, Marliem bunuh diri di kediamannya. Dia Direktur Biomorf Lone LLC, Amerika Serikat, perusahaan yang menyediakan layanan teknologi.

Dalam dakwaan Irman dan Sugiharto, Marliem disebut sebagai penyedia produk automated finger print identification system (AFIS) merek L-1 untuk proyek kartu tanda penduduk elektronik.

Dalam tuntutan terhadap terdakwa Irman dan Sugiharto, disebutkan pula pada rentang Mei hingga Juni 2010, Marliem menjadi salah seorang peserta ketika Andi Agustinus alias Andi Narogong mengumpulkan petinggi perusahaan anggota konsorsium dan perusahaan vendor di Ruko Fatmawati, Jakarta Selatan.

Pada Oktober 2010, Marliem bertemu dengan Irman, Sugiharto, Diah Anggraini, Andi Agustinus, Husni Fahmi, dan Chairuman Harahap di Restoran Peacock Hotel Sultan, Jakarta.

Kemudian, pada akhir 2010, Marliem bertemu dengan Andi Narogong dan Irman, yang mengarahkan agar proyek e-KTP dimenangi konsorsium Percetakan Negara RI. Marliem menangani teknologi konsorsium ini.

Setidaknya, saat jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membacakan tuntutan untuk terdakwa Irman dan Sugiharto, ada 25 kali disebut.

Ilustrasi e-KTP

Tanggapan Menteri Dalam Negeri Tentang Kasus e-KTP

Menteri Dalam Negeri Tjhajo Kumolo menegaskan pengadaan e-KTP tak terhambat meski saksi kunci korupsi e-KTP Johannes Marliem dikabarkan meninggal dunia.

Tjahjo menyatakan, saat ini Kemendagri tengah berupaya menyelesaikan perekaman data dan pencetakan blanko untuk seluruh WNI sebelum pilkada 2018 dan pemilu 2019 berlangsung.

Sebab, kata dia, data kependudukan tunggal sangat dibutuhkan untuk terciptanya pemilu yang bersih dan juga berbagai kebutuhan lainnya seperti penindakan hukum dan urusan data kesehatan.

Tjahjo menambahkan, di masa depan pemerintah akan membuka tender untuk mencari pengganti perusahaan Amerika Serikat yang sebelumnya menangani urusan perekaman data. Yah mudah-mudahan masalah ini cepat selesai lah, “Ujarnya.

Eh, Sudah Baca Ini Belum?

Keluarga Walikota Cilegon : Demi Allah Tak Ada OTT Oleh KPK Navigasinews.com - Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (...
Mendagri Tjahjo Kumolo : Paslon Dan Tim Sukses Penyebar Kebencian Di Pemilu Bisa... Navigasinews.com ‐ Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menegaskan pentingnya mengusut pihak di balik ...
Direktur Suropati Syndicate: Hak Angket Siapa Takut! Navigasinews.com - Dilema pro-kontra hak angket KPK yang semakin tidak berujung, memancing banyak ko...
Dana Alkes Ke Rekening Amien Rais Disebut Capai Rp 600 Juta Navigasinews.com - Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) M Amien Rais disebut menerima transfer dana ...
KPK: Empat Pejabat Ditetapkan Tersangka Kasus Suap Navigasinews.com - Kemarin KPK menangkap tangan sejumlah pejabat atas kasus suap. Hari ini, KPK mene...