bnpt 1 photo bnpt 2_zpsit6thrqt.png

Empat Konsep Pemicu Radikal Anarkis

Oleh : Prof. Dr. Irfan Idris, MA
(Direktur Deradikalisasi BNPT)

Navigasinews.com – Menanggulangi aksi terorisme yang melahirkan rasa takut bagi masyarakat, mendatangkan kekhawatiran bagi kehidupan manusia, mencemaskan hati setiap insan Indonesia, menggoyahkan jiwa kebhinnekaan generasi muda nusantara, memutilasi sila-sila Pancasila hingga memutilasi masyakat yang patuh pada konsensus berbangsa. Perlu diurai akar masalah yang menjalar ke dalam jiwa hati dan pikiran masyarakat Indonesia dan menggerogoti daya tahan tubuh NKRI dengan pilihan wajah politik yang tidak sesuai dengan paras masyarakat Indonesia.

Pada hakekatnya terorisme bukan semata disebabkan oleh latar belakang pemikiran keagamaan dan pemaksaan pemahaman keagamaan yang berasal dari ‘rongsokan budaya Arab’ untuk diterapkan pada zaman dan masyarakat Indonesia yang memiliki budayanya sendiri. Akumulasi banyak faktor penyebab lahirnya prilaku radikal anarkis yang kemudian melahirkan sosok teroris yang menghalalkan segala macam cara untuk mewujudkan keinginan dan harapan politiknya.

Prof DR Irfan Idris MA

Jika dilihat dari sudut pandang keagamaan sebagai salah satu penyebab lahirnya sosok manusia yang garang bengis dan tidak manusiawi, maka setiap masyarakat wajib memahani empat istilah yang belum dipahami secara komprehensif, masih terbatas, lokal dan tidak holistik akulturatif, istilah tersebut adalah jihad, takfiri, hijrah dan khilafah. Keempat istilah tersebut tidak muncul dalam dialektika pemikiran sejarah, politik, budaya dan bahkan dalam ilmu teologi.

Jika difahami keempat istilah tersebut secara holistik filosofis, maka tidak akan muncul aksi anarkis seperti yang terjadi banyak disaksikan saat ini. Media semestinya dimanfaatkan oleh semua pihak untuk memahami fenomena aktual yang terjadi terutama penggunaan istilah-istilah bahasa asing yang terkait dengan ajaran agama. Materi pendidikan harus mengurai tuntas makna istilah-istilah tersebut agar tidak dipahamai secara terbatas.

Jihad yang banyak disuarakan harus dimaknai secara komprehensif mendalam dan holistik. Jihad difahami jaringan radikal anarkis sebagai holy war atau perang suci yang melibatkan fisik semata seperti yang terjadi di negara2 Timur Tengah. Jihad dalam ajaran Islam memiliki makna yang luas tidak sedangkal pemahaman yang yang terjadi saat ini. Jihad mencurahkan segala kemampuan dalam mewujudkan harapan.

Seorang pelajar dan mahasiswa berjihad untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat semaksimal mungkin, jihad yang demikian dikenal dengan istilah ijtihad. Seorang hamba melaksanakan kewajiban beribadah kepada Allah swt di tengah keheningan malam saat seluruh makhluk tertidur pulas juga bagian dari jihad yang populer dikenal dengan istilah mujahadah.

Tidak satu pun istilah jihad dalam Al Quran yang bermakna membunuh orang lain atau melakukan bunuh diri. Bahkan Allah swt melarang membunuh dan menghilangkan nyawa seseorang karena memelihara jiwa merupakan salah satu tujuan Allah turunkan syariat kepada seluruh makhlukNya.

Takfiri adalah konsep mengkafirkan orang lain yang berbeda faham dengan mereka yang telah menganggap jaringan dan kelompoknya telah menjalankan syariat Islam sementara yang tidak menjalankan hukum Tuhan dimasukkan dalam kategori kafir dan tempatnya di neraka. Konsep takfiri kini dijadikan materi serangan oleh kelompok radikal. Secara fisik tidak ada lagi ciri-ciri seseorang dianggap teroris, tetapi jika ada oknum yang selalu bicara kafir dan mengkafirkan orang lain, orang tersebut patut diwaspadai.

Selain jihad dan takfiri, konsep hijrah juga disuarakan oleh jaringan radikal anarkis untuk melakukan perpindahan secara fisik dari negara kafir seperti Indonesia berpindah ke negara yang sedang terjadi peperangan melawan musuh-musuh Tuhan seperti peperangan yang terjadi di Syiria dan Iraq.

Makna hijrah yang tidak sesuai dengan konsep hijrah yang dilakukan Rasulullah Muhammad saw yang juga secara tegas disebutkan dalam Kitab suci al Quran. Konsep hijrah yang perlu dikenalkan kepada masyarakat adalah sebuah upaya tranformasi cara berpikir dari yang baik berpindah dan berhijrah kepada cara berpikir yang lebih baik lebih aman lebih damai dan lebih sejahtera. Berhijrah dari satu tempat ke tempat yang lain merupakan makna tekstual yang Rasulullah lakukan pada saat beliau berhijrah dari Makkah menuju Madinah.

Konsep hijrah terus berlangsung bukan hanya perpindahan fisik dari satu tempat yang aman menuju tempat yang lebih aman akan tetapi perpindahan dan transformasi berpikir yang perlu dilakukan secara berkesinambungan agar masyarakat semakin maju dan tercerahkan.

Khilafah sebagai sebuah ilusi yang didambakan di tengah negara kesatuan Republik Indoneaia yang aman damai dan tidak bertentangan dengan syariat Islam, menjadi satu konsep yang memicu lahirnya radikal anarkis. Khilafah yang bermakna pemerintahan sudah terwujud di negara kesatuan Republik Indonesia dengan sistem kenegaraan republik.

Demikian pula banyak negara telah mendirikan khilafah dalam arti pemerintahan dengan sistem masing-masing yang berbeda. Saudi Arabiah mendirikan khilafah dengan sistem kerajaan sama halnya dengan Inggris sebuah negara dengan sistem kerajaan dalam menjalankan khilafahnya.

Semakin banyak membaca konsep dan istilah keagamaan yang mewarnai pemikiran sikap dan tindakan masyarakat, semakin maju moderat sikap, prilaku dan mindset seseorang dalam mengamalkan ajaran agama yang diyakininya. Sebaliknya semakin terbatas bacaan dan pemahaman seseorang terhadap istilah dan konsep ajaran agama, semakin sempit dan kaku pula cara mengamalkan ajaran agama yang diyakininya.

Jakarta, 7 Agustus 2017

Eh, Sudah Baca Ini Belum?

Kepala BNPT : Pemuda Merdeka Dengan Melawan Radikalisme & Terorisme Navigasinews.com – Warga negara yang aktif hidup tanpa batasan di tengah pesatnya perkembangan tekno...
Di Dua Tempat Berbeda Densus 88 Menangkap Terduga Teroris Navigasinews.com - Tim Densus 88 menggerebek rumah yang dihuni terduga teroris di Serpong, Tangerang...
Duta Damai Dunia Maya 2017 Di Buka Oleh Kepala BNPT Navigasinews.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komisaris Jenderal Polisi ...
Indonesia Bertukar Info Soal Penanganan Terorisme Dengan Selandia Baru Kepala BNPT Suhardi Alius Navigasinews.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNP...
Provinsi Sumsel Wajib Mewaspadai Radikalisme, Terorisme & Issue SARA Navigasinews.com - Menghadiri Rapat Koordinasi Kominda Provinsi Sumatera Selatan, Kepala BNPT Komjen...