bnpt 1 photo bnpt 2_zpsit6thrqt.png

Hilmar Farid : Mengembangkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS)

Navigasinews.com – Rendahnya kompetensi peserta didik dalam keterampilan membaca membuktikan bahwa ada yang belum tepat dalam penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan.

Praktik pendidikan yang dilaksanakan sekolah selama ini juga memperlihatkan hasil yang belum optimal. Karena itu, untuk mengembangkan sekolah sebagai organisasi pembelajar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengembangkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS)

Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Hilmar Farid

“GLS adalah upaya menyeluruh yang melibatkan semua warga sekolah dan masyarakat sebagai bagian dari ekosistem pendidikan. Tujuannya untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pendidikan dan warganya mampu memenuhi perannya di era teknologi informasi,” kata Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan Hilmar Farid di ajang ASEAN Literary Festival (ALF) ke-4, Minggu (6/8).

“Kegiatan ini dilaksanakan untuk menjadikan peserta didik mempunyai kebiasaan membaca dan berikutnya terampil membaca agar pengetahuan dapat dikuasai secara lebih baik,” ungkapnya.

Materi baca berisi nilai-nilau budi pekerti, berupa kearifan lokal, nasional, dan global. Terobosan ini akan lebih baik jika diterapkan oleh pemerintah daerah dengan melibatkan orang tua dan masyarakat.

“Sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh sehingga melibatkan publik di mana sekolah yang menyenangkan dan ramah anak dengan menunjukkan empati, kepedulian, semangat ingin tahu, dan cinta pengetahuan, serta berkontribusi dengan lingkungan sosialnya,” tegas Hilmar.