bnpt 1 photo bnpt 2_zpsit6thrqt.png

Menkominfo Akan Membaca Puisi Di Taman Suropati

Taman Suropati 06 Agustus 2017

Navigasinews.com – Suropati Syndicate akan menggelar kegiatan pembacaan puisi bertanggal 6 Agustus 2017 dimulai pukul 19.00 di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat.

Kegiatan itu mengundang Menkominfo Rudiantara, sastrawan Aan Mansyur, Abraham Samad, politisi Golkar Indra Jaya Piliang, anggota DPR Maruar Sirait, artis Inneke Koesherawati.

“Selain dari nama tersebut, kami akan mengundang penjual kopi keliling di Taman Suropati, rekan aktivis, pegawai-pegawai, hingga pengendara ojek online,” ujar Shujahri selaku direktur SS (singkatan Suropati Syndicate) dalam rilisnya.

Dia menjelaskan alasan ini dilakukan melihat adanya fenomena pasca Pilkada DKI Jakarta, publik berkubu-kubu. Identitas politik dan ideologi menjadi alasan untuk saling berpecah belah. Di linimasa, publik saling menyerang satu sama lain.

“Suropati Syndicate telah mengadakan diskusi intens mengenai hal ini. Dan kemudian melihat permasalahan ini memang sesuatu yang mengkhawatirkan, namun di sisi lain inilah corak demokrasi,” tambah peneliti politik ini.

Menurutnya, demokrasi juga membutuhkan dinamika dan suara ketidaksepakatan namun di sisi lain juga tidak boleh mendistorsi nilai demokrasi dan tetap menghargai suara masing-masing individu.

“Di satu sisi, dibalik keberhasilan pembangunan pemerintah diharapkan menjaga suara-suara berbeda tetap hidup dalam ruang publik yang netral,” imbuh Ari (sapaan Shujahri).

Keragaman ekspresi ini kemudian diharapkan Olehny mengingat Indonesia kini sudah berusia 72 tahun. Yang secara usia sudah berada pada masa kearifannya.

Di sini kemudian SS (singkatan Suropati Syndicate) menginisiasi hal tersebut dengan membuat panggung, yang segala ideologi, latar belakang, profesi, dan keyakinan berada sepanggung.

Muh Shujahri, Direktur Eksekutif Suropati Syndicate

Shujahri menambahkan bahwa pemilihan medium puisi sebagai sarana ekspresi itu mengingat puisi dalam pemaparan peraih Nobel Sastra 1996, Wislaw Szymbroska paparkan: puisi tidak membutuhkan gelar akademik, tidak membutuhkan catatan kaki dan refrensi yang jelas, atau bahkan seremonial pengukuhan. Puisi itu erat secara langsung dengan kehidupan pribadi manusia.

Selain dari itu UNESCO merilis laporan bahwa adanya peningkatan minat masyarakat kepada puisi dalam dua puluh tahun terakhir ini. Menandakan bahwa masyarakat mulai rindu akan kedalaman makna dan keragaman ekspresi bahasa oleh puisi.

Selain dari itu, agenda ini akan diikuti oleh malam donasi buku untuk kegiatan berkelanjutan SS, Sepeda Kopi Pustaka.

“Sepeda Kopi Pustaka adalah upaya kami untuk memberdayakan taman kota untuk ruang pengetahuan dan kolaborasi, ” lanjut Shujahri yang juga Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Indonesia.

Eh, Sudah Baca Ini Belum?

Peneliti Kajian Lingkungan : Ada Yang Teralienasi Dari Reklamasi Pantai Utara Navigasinews.com - Dilantiknya Anies-Sandi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, memicu p...
Suropati Syndicate Tolak Internsip Dokter Gigi Navigasinews.com - Keluarnya Permenkes no. 39 tahun 2017 mengenai Internsip dokter gigi menuai prote...
Sajak Untuk Republik : Jusuf Kalla Apresiasi Malam Puisi Suropati Syndicate Navigasinews.com - Malam puisi bertajuk Sajak untuk Republik dihadiri oleh Wakil presiden Jusuf Kall...
Soroti Ketimpangan Ekonomi Di Jakarta; Suropati Syndicate Gelar Diskusi Publik Navigasinews.com - Lembaga Suropati Syndicate kembali akan menggelar sebuah diskusi publik dengan t...
Direktur Suropati Syndicate: Hak Angket Siapa Takut! Navigasinews.com - Dilema pro-kontra hak angket KPK yang semakin tidak berujung, memancing banyak ko...