bnpt 1 photo bnpt 2_zpsit6thrqt.png

Tiga Peringatan Di Balik Pernyataan Viktor Laiskodat

Navigasinews.com – Ada hal yang jauh lebih mengejutkan saya ketimbang pernyataan Viktor Laiskodat – yang sebenarnya bukan hal yang perlu diributkan sedemikian gaduhnya.

Reaksi sejumlah pihak yang merasa tersentil oleh pernyataan Viktor itu lebih mengejutkan, karena menurut saya cenderung terlalu berlebihan.

Reaksi yang ditunjukkan oleh orang-orang yang merasa keberatan dengan pernyataan Viktor justru menjadi petunjuk betapa terbelakangnya (sebagian) kita sebagai bangsa. lebih peka pada penampakan dan pernyataan verbal ketimbang substansi.

Acara dan pidato yang disampaikan Viktor Laiskodat di Kupang yang lalu, adalah praktik komunikasi. Sebagai praktik komunikasi, ada pesan kebangsaan penting yang hendak disampaikan Viktor kepada khalayak, tidak saja kepada audiens yang hadir dalam kesempatan tersebut khususnya, sekaligus seluruh anak bangsa pada umumnya.

Setidaknya, ada tiga pesan kebangsaan dan peringatan penting yang hendak disampaikan Viktor dalam kesempatan tersebut. Pertama, bahwa Pancasila sebagai dasar berbangsa dan bernegara adalah konsensus kebangsaan yang sudah final. Konsekuensinya, segala tindakan atau kelompok yang hendak menggantikan Pancasila sebagai dasar negara adalah sama dengan kehendak untuk merobohkan rumah kebangsaan kita. Maka melawannya merupakan kewajiban seluruh anak bangsa yang masih ingin melihat Indonesia tetap tegak berdiri dalam sejarah.

Kedua, Viktor dalam pidatonya hendak (kembali) mengingatkan agar bangsa Indonesia tidak lupa diri atau mengabaikan jati diri kebangsaannya sebagai bangsa yang plural dan serba ragam. Jati diri kebangsaan ini hanya dapat tegak jika dikelola dengan prinsip kebersamaan. Tanpa keragaman, bukan kebersamaan yang mengemuka, tetapi ketunggalan absolut. Segala tindakan dan praktik yang hendak menghancurkan keragaman adalah sama dengan membunuh kebangsaan kita.

Ketiga, Viktor juga hendak mengingatkan kita bahwa bangunan demokrasi kita juga sedang berada dalam ancaman serius. Salah satu tonggak dasar demokrasi kita yang sedang berada dalam ancaman serius adalah watak inklusif demokrasi. Tata kelola demokrasi harus mampu menjamin dan melindungi hak seluruh anak bangsa, tidak terkecuali mereka yang berstatus minoritas. Maka segala tindakan dan praktik yang hendak menghancurkan sifat inklusif dari bangun demokrasi kita adalah sama dengan mencederai demokrasi itu sendiri, apalagi jika dijalankan dengan cara-cara yang tidak mencerminkan keadaban demokratis.

Tiga pesan kebangsaan sekaligus peringatan penting itu yang hendak disampaikan Viktor. Lantas, jika ada pihak yang mempertanyakan tentang bahasa dan istilah yang digunakan Viktor dalam kesempatan tersebut yang dikesankan provokatif, bagi saya itu mengelilkkan.

Sebagai sosok dan tokoh publik yang memiliki kesadaran komunikatif, Viktor dituntut untuk menyesuaikan diri dengan audiens yang dihadapinya, dengan menggunakan bahasa dan istilah yang mudah dicerna oleh audiens.

Viktor dalam kesempatan tersebut bukan sedang berbicara dalam forum seminar atau simposium ilmiah yang dihadiri oleh orang-orang pintar dan gelar akademik yang panjang berderet, tetapi dalam sebuah forum yang dihadiri warga kebanyakan.

Ringkasnya, kegaduhan dari pernyataan Viktor ini sepatutnya disudahi, tak perlu diperpanjang dan didramatisir sedemikian rupa, sambil di sisi lain merenungkan substansi dan pesan kebangsaan yang hendak disampaikannya.

Fraksi Partai Nasdem

Oleh : Ahmad HM Ali
(Anggota Komisi III DPR RI)

Eh, Sudah Baca Ini Belum?

Relasi Indonesia Institute ; Najwa Shihab Juru Bicara Presiden Navigasinews.com - Genap 17 tahun berkarier di Metro TV, Najwa Shihab akhirnya memutuskan mundur dar...
Humas POLRI : Kasus Viktor Laiskodat Perlu Di Pelajari Navigasinews - Mabes Polri telah menerima laporan dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Ke...
Politisi PDIP Menyikapi Kasus Victor Laiskodat Terkait Video Kontroversial Navigasinews.com - Pernyataan Ketua Fraksi Partai NasDem Victor Bungtilu Laiskodat yang menyebutkan ...