bnpt 1 photo bnpt 2_zpsit6thrqt.png

Mantan Wapres Hamzah Haz Di Temui Oleh Sekjend PDIP

Navigasinews.com – Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto bertemu dengan Wakil Presiden ke-9 RI Hamzah Haz di kediaman tokoh partai PPP tersebut di Patra Kuningan, Jakarta. Hasto datang bersama Sekjen Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Falah Amru serta sejumlah pengurus DPP PDIP. Rombongan disambut langsung oleh Hamzah Haz bersama politikus senior PPP Habil Marati.

“Jadi meski saat itu katakanlah pasangan Megawati-Hamzah di paksakan MPR tapi tali silaturrahim itu dibangun sangat baik sampai sekarang. Bahkan Pak Hamzah bilang ketika mau ambil keputusan dalam rapat kabinet Pak Hamzah pegang tangan Ibu Megawati. Menunjukkan betapa kompaknya kepemimpinan itu. Lalu rapat bisa mengambil keputusan yang baik dan kompak,” ujar Hasto.

Hasto mengatakan, kedatangannya ke kediaman Hamzah Haz dalam rangka silaturrahmi dan menyampaikan salam dari Ketua Umum PDIP dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri mengingat kepemimpinan yang dibangun Megawati-Hamzah Haz merupakan representasi kondisi nasional yang sebenarnya.
Sangat disadari betapa pentingnya membangun soliditas dan persaudaraan di antara pemimpin nasional,” jelas Hasto.

Hamzah juga menuturkan nostalgia dengan Bung Karno dan ingat terinspirasi pidato Bung Karno yang menyatakan bahwa Indonesia adalah negara yang khas dan dibangun atas dasar Pancasila. Misalnya prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa dijalankan dengan adanya kementerian agama di mana seluruh perwakilan agama ada dalam satu naungan Kemenag.

“Dalam pertemuan ini kami juga berbicara persahabatan dan silaturrahmi antar pemimpin sangat penting. Dan itu dibangun untuk bangsa dan negara ditambah hubungan persaudaraan pribadi antar pemimpin yang sangat dekat sehingga menyatukan bangsa,” imbuh Hasto.

Hasto menuturkan bahwa Hamzah juga bercerita bahwa Megawati adalah sosok yang kokoh dalam memegang prinsip. Contohnya ketika mendukung Palestina untuk menjadi bangsa yang merdeka seluas luasnya dan ini disampaikan dalam pidato PBB. Kemudian saat Abu Bakar Baasyir mau diekstradisi, jelas bahwa Megawati menolak dilakukan ekstradisi tersebut.

Bahkan dalam soal Irak, Megawati adalah tokoh negara yang mendukung kebebasan Irak sebagai negara Islam untuk lepas dari cengkraman negara asing.¬†Ini semua menjadi contoh hubungan sangat kuat dan persaudaraan yang erat di Antara Ibu Mega dan Pak Hamzah haz dan antara Islam dan Nasionalis. Teladan seperti ini harus dirawat dan dijaga dalam situasi kepemimpinan saat ini dan seterusnya,” jelasnya.

Eh, Sudah Baca Ini Belum?

TNI, Rakyat Dan Silat Oleh Dr. Hj. Reni Marlinawati (Ketua FPPP, anggota Komisi X DPR RI) Navigasinews.com - Bersama...
Resmi Di Usung Partai Persatuan Pembangunan, Bakal Calon Walikota Bau-Bau Haji Y... Navigasinews.com - Bakal Calon Walikota Bau-Bau Provinsi Sulawesi Tenggara H Yusran Fahim, SE. Secar...
Politisi PDIP Menyikapi Kasus Victor Laiskodat Terkait Video Kontroversial Navigasinews.com - Pernyataan Ketua Fraksi Partai NasDem Victor Bungtilu Laiskodat yang menyebutkan ...
Gedung DPR Terbakar, Rieke: Arsip Pansus Angket Pelindo II Aman Navigasinews.com - Kebakaran yang melanda ruang Pansus C komplek Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Min...
Antasari Azhar Masuk Parpol, Semoga Tak tergiur Jabatan Navigasinews.com - Bergabungnya Antasari Azhar ke PDI Perjuangan ditanggapi beragam oleh sejumlah ka...