Jakarta Effect Di Pilkada Jawa Barat 2018

Tokoh yang mencuat sebagai kandidat gubernur Jawa Barat; Dedi Mulyadi, Ridwan Kamil, Deddy Mizwar, Dede Yusuf, Netty Aher, Desy Ratnasari, Abdullah Gymnastiar.

Navigasinews.com – Hiruk pikuk pemilihan kepala daerah DKI Jakarta telah berakhir. Namun riaknya menyulut ke pertarungan politik di Pilkada Jawa Barat 2018 mendatang.

Sejumlah nama mencuat di permukaan sebagai kandidat kepala daerah di provinsi berpenduduk 46,7 juta jiwa ini. Masing-masing kandidat pun memiliki basis dukungan dan kekuatan partai politik masing-masing.

Pada awal tahun, nama-nama yang diprediksi akan melaju jadi peserta Pilgub Jabar 2018 adalah Ridwan Kamil, Dedi Mulyadi, Deddy Mizwar, Dede Yusuf, dan Netty Aher.

Di pertengahan tahun ini nama Netty Aher kemudian tenggelam oleh nama baru seperti Desy Ratnasari dan Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym.

Hal yang menarik dari pertarungan tokoh-tokoh tersebut adalah pengaruh Pilkada Jakarta. Survei Median menemukan fenomena Jakarta Effect berupa sentimen pemilih terhadap partai pendukung Basuki Tjahaja purnama (Ahok) di pilkada Jakarta yang lalu.

“Ketika ditanya, apa perasaannya jika ada calon gubernur Jabar yang didukung partai-partai pendukung Ahok di Pilkada DKI? Ada 34,3 persen menjawab kurang suka, 33,4 persen biasa saja, 2,4 persen menjawab suka, dan tidak menjawab 29,9 persen,” ujar Rico Marbun, Direktur Eksekutif Median, Sabtu (13/5).

Partai pendukung Ahok di pilkada DKI Jakarta juga memiliki kekuatan besar di parlemen Jawa Barat. Di DPRD Jawa barat, PDI-Perjuangan mengisi 20 kursi, Golkar 17 kursi, Partai Nasdem 5 kursi, Partai Hanura 3 kursi, sedangkan PPP 9 kursi.

Begitu juga partai lainnya yang tidak mendukung Ahok, mereka memiliki kekuatan besar di DPRD Jabar. Partai Gerindra mengisi 11 kursi, PAN 4 kursi, Demokrat 12 kursi, PKB 7 kursi, sedangkan PKS 12 kursi.

Isu lainnya yang menurut Rico saat ini mempengaruhi pilihan warga Jabar yakni politik dinasti. Dari 1.000 responden terkait isu politik dinasti itu, Median mencatat 29 persen tidak setuju, 28,70 persen setuju, 31,5 persen netral, dan 10,7 persen tidak menentukan jawaban.

Akankah Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018 akan “sepanas” Pilgub DKI Jakarta?

Be the first to comment on "Jakarta Effect Di Pilkada Jawa Barat 2018"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*