bnpt 1 photo bnpt 2_zpsit6thrqt.png

PPDB Jalur Nonakademik SMA/SMK Se-Jabar Dimulai Senin Besok

ilustrasi: siswa SMA

Navigasinews.com – Para alumni SMP/MTs yang akan melanjutkan pendidikan ke SMA/SMK harus bersiap dari sekarang. Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB jalur nonakademik akan dimulai Senin 5 Juni 2017. PPDB SMA/SMK menggunakan jalur dalam jaringan atau online. Sehingga calon siswa bisa mendaftar dari rumah.

Hal itu disampaikan Kepala Seksi Kurikulum PMU Disdik Jabar, Deden Saeful Hidayat, saat sosialisasi PPDB SMA/SMK di aula SMPN 1 Katapang, Rabu 31 Mei 2017. Sosialisasi dihadiri Kepala Disdik Kab. Bandung Juhana, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung Teddy Surahman, dan para kepala SMA, SMK, dan SMP se-Kabupaten Bandung.

“PPDB SMA dan SMK se-Jawa Barat dilakukan secara online penuh dan online terbatas. Maksud online terbatas yakni calon siswa bisa datang ke sekolah yang dituju untuk dibantu masuk ke jaringan PPDB di ppdb.jabarprov.go.id,” ujar Deden.

Pihak sekolah akan menyediakan perangkat komputer di tempat pendaftaran siswa. Deden mengatakan untuk jalur nonakademik dari 6-10 Juni, pengumuman disampaikan pada 16 Juni. Prosentase jumlah siswa nonakademik di SMA sebanyak 40 persen dan akademik 60 persen. Sedangkan di SMK jalur nonakademik 30 persen dan jalur akademik 70 persen.

Jalur prestasi

Untuk PPDB jalur akademik dari 3-8 Juli, pengumuman hasil disampaikan pada 10 Juli. “Jalur nonakademik terdiri atas jalur miskin; jalur prestasi olahraga, prestasi seni dan keagamaan, serta jalur kerjasama. Untuk jalur prestasi harus mencantumkan sertifikat asli bukan surat rekomendasi dari instansi terkait seperti KONI,” kata Deden.

Pihak sekolah, kata Deden, bisa mengadakan tes praktik untuk calon siswa yang mendaftar jalur prestasi. Misalnya, prestasi tahfiz Alquran bisa dengan uji kemampuan. Demikian pula prestasi olahraga juga bisa dilakukan uji praktik untuk mengetahui kebenaran sertifikat prestasinya.

Sedangkan jalur miskin, kata Deden, harus mencantumkan surat keterangan tidak mampu yang ditandatangani kepala desa/lurah dan camat. “Untuk menekan adanya penyimpangan surat keterangan tak mampu, maka camat harus membuat surat pakta integritas. Pihak sekolah juga bisa melakukan penelitian ke rumah calon siswa,” katanya.

Sedangkan jalur akademik tetap memakai nilai UN SMP/MTs. Namun ada insentif zonasi kepada siswa yang mendaftar ke SMA/SMK yang dekat ke rumahnya. “Misalnya, calon siswa yang rumahnya kurang dari 1 km mendapatkan insentif 0,9 dan terjauh 17 km degan insentif 0,1. Untuk siswa dari luar Jawa Barat ditetapkan maksimal 5 persen dari jumlah siswa yang akan diterima,” kata Deden.

Eh, Sudah Baca Ini Belum?

Kemendikbud Susun Aturan Penggunaan Lagu Indonesia Raya Versi Tiga Stanza Navigasinews.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tengah menyusun aturan agar s...
Bahas Kuliah Di Luar Negeri, Diskusi Lentera Negeri Dibongkar Ormas Navigasinews.com - Tindak kekerasan terjadi lagi di kota makassar. Sebuah diskusi yang diselenggarak...
Menteri Sosial Tekankan Pentingnya Dunia Pendidikan Navigasnews- Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa anak Indonesia sejati...
Kemdikbud Dorong Implementasi Pendidikan Berbasis Budaya Daerah Navigasinews - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mendorong pemerintah daerah mengimplementasikan...