Awal Ramadhan Tahun 2017 Serentak, Idul Fitri Berpotensi Berbeda

ilustrasi pemantauan hilal

Navigasinews.com – Penentuan awal masuknya bulan puasa Ramadhan 1478 H atau 2017 M berpotensi serentak pada 27 Mei 2017, namun penetapan 1 Syawal Hari Raya Idul Fitri nanti bisa muncul perbedaan di sebagian kalangan.

Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah jauh-jauh hari sudah menetapkan awal puasa Ramadhan 2017, berdasarkan hasil hisab wujudul hilal—perhitungan penampakan bulan.

“Berdasarkan hasil hisab itu, PP Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1438 H jatuh pada Sabtu Pahing, 27 Mei 2017 M,” bunyi maklumat yang ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan M Abdul Mu’ti, pada 1 Maret 2017.

Selain itu, Pimpinan Pusat Persis mengeluarkan surat edaran tertanggal 20 Mei tentang awal puasa 1 Ramadan, Idul Fitri 1 Syawal, serta Idul Adha pada 2017. Awal puasa pada 27 Mei, Idul Fitri 26 Juni, sedangkan Idul Adha pada 1 September. Namun begitu, Persis menyatakan akan menerima hasil isbat Kementerian Agama jika menetapkan Idul Fitri pada 25 Juni 2017.

Menurut Djamaluddin, Persis menggunakan kriteria perbedaan tinggi bulan dengan matahari 4 derajat atau tinggi bulan 3 derajat 10′ dan elongasi atau jarak sudut bulan dengan matahari 6,4 derajat. Kriteria itu berdasarkan pada analisis astronomis.

Pada saat maghrib 29 Ramadan 1438 atau 24 Juni 2017, kata Djamaluddin, ketinggian bulan sudah lebih dari 3 derajat, tetapi elongasinya kurang dari 6,4 derajat.

Garis tanggalnya menunjukkan di Indonesia bulan belum memenuhi kriteria imkan rukyat astronomis yang digunakannya.

“Maka di kalender Persis dinyatakan 1 Syawal jatuh pada hari berikutnya, 26 Juni 2017,” kata Djamaluddin.

Kriteria itu berbeda dengan hisab atau perhitungan astronomis yang digunakan pemerintah dan dua ormas besar, Nahdlatul Ulama serta Muhammadiyah.

Kriteria tersebut yakni kemungkinan teramatinya hilal atau bulan baru (imkan rukyat) pada ketinggian dua derajat, dan wujudul hilal atau tinggi hilal positif.

“Secara hisab itu, Idul Fitri 1 Syawal 1438 H akan jatuh pada Ahad, 25 Juni 2017,” katanya. Awal puasa Ramadan dan Idul Adha serempak sama.

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama baru akan menggelar sidang isbat penentuan awal puasa Ramadhan 2017 pada Jumat malam.

Adapun Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masih menunggu hasil pemantauan di 90 lokasi untuk menentukan awal puasa Ramadhan ini.

Sebelumnya, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, menyampaikan awal bulan Ramadhan pada tahun ini seharusnya tak akan memunculkan perbedaan hasil hisab dan rukyat.

Hisab adalah metode menggunakan perhitungan, sementara rukyat mengandalkan pandangan mata. Menurut Thomas, pada awal Ramadhan 2017, posisi bulan diperkirakan sudah pada ketinggian 7-8 derajat dari ufuk sehingga akan mudah terlihat.

Be the first to comment on "Awal Ramadhan Tahun 2017 Serentak, Idul Fitri Berpotensi Berbeda"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*