Baca Puisi ‘Tapi Bukan Kami Punya’, Panglima Gatot Menuai Kritik

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memberi keterangan kepada wartawan setelah menghadiri Rapat Pimpinan Nasional Partai Golkar, Senin (22/5)

Navigasinews.com – Penggalan puisi karya Denny JA yang dibacakan oleh oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dalam acara Rapat Pimpinan Nasional Partai Golkar, Senin (22/5) lalu dinilai tidak tepat.

Pengamat militer Muradi menilai hal tersebut tidak etis karena termasuk mengkritik pemerintahan Jokowi-JK.

“Pertama, secara etika politik, ya, secara etika politik, Panglima nggak etis, dia bagian dari pemerintahan. Kedua, kemudian dia harusnya membangun konstruksi pemerintahan yang lebih koordinatif,” kata Muradi kepada wartawan, Selasa (23/5/2017).

Apabila ada yang ingin disampaikan, menurutnya, Panglima TNI seharusnya memberitahukan hal itu kepada Presiden Joko Widodo secara langsung, bukan justru ‘mengumbarnya’ lewat puisi. Bila ada masalah, Panglima TNI juga sebaiknya tidak mengkritik secara terbuka.

“Sekelas Panglima mengkritisi maka harusnya yang dilakukan oleh Pak Gatot itu melaporkan ke Jokowi sebagai kepala pemerintahan, bukan secara terbuka begitu, itu nggak etis banget,” kata dia.

Senada dengan hal tersebut, pengamat pertahanan, Al Araf mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap panglima TNI tersebut.

Menurutnya, seorang panglima seharusnya fokus pada pembinaan tentara yang profesional dan melaksanakan kerja pertahanan.

“Kurang pas dan tidak tepat karena itu bukanlah tugas panglima TNI membaca puisi di depan kogres partai politik. Tugas panglima TNI itu menurut UU TNI melakukan pembinaan tentara yang profesional dan melaksanakan kerja pertahanan,” kata pengamat pertahanan Al Araf kepada CNNIndonesia.com, Rabu (24/5).

Dalam Undang-undang TNI No. 34 Tahun 2004 Pasal 15 disebutkan tugas Panglima TNI adalah menyelenggarakan strategi militer dan melaksanakan operasi militer, mengembangkan doktrin TNI, menyelenggarakan penggunaan kekuatan TNI bagi kepentingan operasi militer, serta memberikan pertimbangan kepada Menteri Pertahanan dalam hal penetapan kebijakan pertahanan negara.

Lanjutkan Membaca

Be the first to comment on "Baca Puisi ‘Tapi Bukan Kami Punya’, Panglima Gatot Menuai Kritik"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*