bnpt 1 photo bnpt 2_zpsit6thrqt.png

Sambut Ramadhan, Polri Bentuk Satgas Pangan

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Kapolri Tito Karnavian, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dan Ketua KPPU Syarkawi Rauf Saat memberi keterangan Pers

Navigasinews.com – Kepolisian Republik Indonesia membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pangan menjelang Ramadan dan lebaran tahun 2017. Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan Satgas Pangan tersebut untuk memantau stabilitas harga sembako dan pangan.

“Untuk itu dibentuk Satgas Mabes Polri yang dipimpin Irjen Setyo Wasisto sebagai Kadiv Humas saya perintahkan tergabung instansi terkait, KPPU, Kementerian Perdagangan, Kemendagri, Kementan dan lain-lain akan bergabung. Ini (Satgas Pangan) akan selalu mengevaluasi setiap dua minggu,” kata Tito usai teleconference tertutup di Rupatama, Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (3/5/2017).

Tito menjelaskan, di setiap daerah juga dibentuk Satgas Pangan yang dipimpin para Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda. Mereka akan bekerja sama dengan Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, Dinas Dalam Negeri, dan KPPU.

“Ditingkat Polda juga bentuk satgas pangan dipimpin Dirkrimsus ini sama juga akan bekerjasama dengan dinas perdagangan, pertanian dan lain-lain, dan mereka akan melakukan langkah preventif sampai penegakan hukum,” kata dia.

Satgas Pangan dibentuk atas Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas pekan lalu. Presiden menginkan adanya stabilitas harga pangan dan sembako, termasuk menyambut ramadhan dan lebaran tahun 2017.

“Perintah Presiden ratas menjelang Ramadan dan lebaran mendatang beliau menginginkan ada stabilitas harga sembako. Jangan beratkan rakyat, ini petunjuk beliau. Kami sepakat koordinasi lembaga menteri terkait,” ujar dia.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Dirut Bulog Djarot Kusumayakti, dan Ketua KPPU Syarkawi Rauf hadir dalam teleconference itu. Mereka melakukan video teleconference dengan beberapa Polres, Polda, Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, Gubernur, Walikota dan Bupati.

Tito meminta kepala daerah juga membantu Satgas Pangan guna menjaga stabilitas harga sembako dan pangan. Hal itu agar tidak ada kenaikan harga pangan dan sembako di daerah.

“Intinya mudah-mudahan suplay aman, masalahnya rantai, spekulan, kartel penimbun kita tangani bersama perlu kekompakan sinergi Polri, Kemendag, Dagri, KPPU, bulog, Kementan. Mudah-mudah video teleconference akan melakukan langkah-langkah kedepan sampai lebaran sehingga jadi stabilitas harga,” tutup tito.

Sementara itu, Ketua KPPU, Syarkawi Rauf menerangkan, dari evaluasi jelang Puasa dan Lebaran tahun lalu, masih ada pelaku usaha yang memainkan harga pangan. Namun untuk tahun ini pihaknya bakal menindak tegas pelaku usaha yang kedapatan melakukan kartel pangan.

“Kami bersama-sama Polri akan melakukan tindakan setegas-tegasnya. Ini sesuai arahan Presiden agar harga relatif stabil selama Ramadan dan Idul Fitri,” ujar Syarkawi Rauf.

Eh, Sudah Baca Ini Belum?

Satgas Baintelkam Polri, Berhasil Mengamankan Penyelundup Bibit Lobster Di NTB Navigasinews.com - Satgas Baintelkam Polri, berhasil mengamankan bibit lobster sebanyak 2 ribu 910 e...
Serah Terima Kapolda Sulawesi Barat Berlangsung Harmonis Navigasinews.com - Malam Pengantar Tugas dan Kenal Pamit Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Barat Dar...
Menunggu Respon Penyidik Terhadap Permohonan Penghentian Kasus Habib Rizieq  Navigasinews.com - Surat permohonan penghentian penyidikan perkara alias (SP3) kasus dugaan chat por...
Polda Aceh : Zulkiram Malas Dinas Jadi Di Pecat Navigasinews.com - Muhammad Zulkiram mengaku resign dari Korps Bhayangkara setelah tujuh tahun berdi...
Humas POLRI : Kasus Viktor Laiskodat Perlu Di Pelajari Navigasinews - Mabes Polri telah menerima laporan dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Ke...