Faktor Penting Kemenangan Anies-sandi

Anies - Sandi menyapa suporter The Jakmania usai menonton pertandingan Gojek Traveloka Liga 1 Persija Jakarta melawan PS Barito Putera, di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (22/4).

Navigasinews.com – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta usai sudah. Pasangan calon gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dikalahkan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Setidaknya ada lima faktor yang menyebabkan Anies memimpin perhitungan suara.

CEO Polmark Indonesia yang juga Timses Pemenangan Anies-Sandi, Eep Saefulloh Fatah, menyebut ada lima faktor penyebab jagoannya menang dengan selisih jauh dari Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat. Ini lima faktor tersebut.

Pertama, Eep mengatakan terkarantinanya pemilih Ahok. Maksudnya adalah jumlah pemilih Ahok-Djarot tidak meningkat dan tidak mengecil.

“Maksud terkarantina adalah jumlah atau besaran pemilih Basuki-Djarot tidak meningkat dan tidak mengecil di putaran kedua bahkan mengalami penurunan hampir 14 ribu pemilih,” ujar Eep di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (22/4).

Selanjutnya, Eep mengatakan angka partisipasi dari putaran pertama ke putaran kedua mengalami peningkatan dari 77% menjadi 78%. Ini mengulang seperti tahun 2012 yang naik 2%.

“Sekarang meningkat satu koma sekian persen, peningkatan terjadi,” imbuhnya.

Menurut Eep, yang paling menentukan adalah pada saat-saat terakhir atau masa tenang. Ketika masa tenang, timbul isu suap sembako.

“Ketika menurut saya penting, apa yang terjadi di akhir seperti masa tenang. Suasana kolektif yang mempengaruhi mereka, pada saat itu ada hujan sembako terjadi. Saya menduga secara kualitatif itu berfungsi negatif bagi yang berkampanye, itu pertama dalam sejarah pilkada membagikan sembako pada masa tenang dan memakai atribut kampanye,” jelasnya.

Keempat, adalah perlawanan terhadap keunikan Tempat Pemungutan Suara (TPS) atau potensi kejahatan kecurangan pemilu. Menurutnya, indikasi ini datang pada putaran pertama yang terkonsentrasi pada tempat-tempat paslon tertentu.

“Di Jakarta ini ada 1.848 TPS yang terindikasi seperti itu. Indikasi itu datang dari pemilih tambahan, hampir 250 ribu DPTB pada putaran pertama. Itu terkonsentrasi di tempat-tempat yang paslon tertentu berpotensi menang besar, jadi bisa kita kaitkan kedua TPS,” imbuhnya.

Terakhir adalah faktor agama. “Faktor agama tentu saja memiliki pengaruh tertentu dikarenakan Al-Maidah. Saya ingin bilang kalau faktor agama itu seperti air bah. Penyebabnya adalah bendungan yang dibuka. Jadi, kalau ada pemimpin yang menjaga lisannya, masuk ke isu sensitif di negeri seperti Indonesia, maka harus terima konsekuensinya,” tutup Eep.

Piawai Mengelola Issu

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Masinton Pasaribu mengatakan ada tiga hal yang terpenting dalam pilkada, salah satunya pengelolaan isu. Menurutnya, tim sukses Anies Baswedan dan Sandiaga Uno unggul dalam pengelolaan isu.

Halaman Selanjutnya ->

Be the first to comment on "Faktor Penting Kemenangan Anies-sandi"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*