Fahri Hamzah Nilai Ada Intervensi Jokowi Dalam Keputusan Kasus Ahok

Fahri Hamzah

Navigasinews.com – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengaku sangat kecewa dengan keputusan Jaksa Penuntut Umum yang menuntut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok selama satu tahun penjara dengan masa percobaan selama dua tahun dalam kasus dugaan penistaan agama.

Menurut Fahri, ada unsur intervensi dari Presiden Joko Widodo sehingga hukuman bagi Ahok jadi ringan. Ia merasa, Jokowi berusaha melindungi Ahok agar tidak dituntut sesuai dengan pasal dakwaan, yakni pasal 156 KUHP tentang penodaan agama dengan ancaman hukuman paling lama empat tahun.

“Presiden mau menggunakan momen Pilkada atau politik untuk mengintervensi hukum silakan, tapi harus melalui mekanisme yang benar,” ujar Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (20/4).

Fahri mengesalkan, ringannya tuntutan terhadap Ahok telah membuat ketidakpastian hukum dan timbulnya ketidakpercayaan masyarakat terhadap instansi penegak hukum. Sehingga menurutnya, hal tersebut berpotensi memicu kekacauan keamanan di kemudian hari.

“Ketidakpastian melahirkan kekacauan. Jangan sampai menimbang-nimbang kepastian hukum,” ujar Fahri.

Sementara itu, Perwakilan dari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Pedri Kasman turut mengkritik tuntutan Jaksa Penuntut Umum kepada terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang hanya 1 tahun penjara dengan 2 tahun masa percobaan. Menurutnya, tuntutan tersebut tak independen dan diintervensi pihak lain.

“Kami sangat kecewa tuntutan jaksa di mana jaksa hanya tuntut satu tahun penjara dan masa percobaaan dua tahun. Artinya, jaksa diduga keras diintervensi. Jaksa tidak independen,” kata Pedri di area persidangan, Auditorium Kementerian Pertanian, Jalan RM Harsono, Jakarta Selatan, Kamis, 20 April 2017.

Pedri juga mengatakan bahwa jaksa penuntut umum lebih cenderung membela dan meringankan Ahok dalam persidangan ini. Terkait tuntutan itu, ia menganggap sidang yang sudah dilakukan sebanyak 19 kali ini terkesan mubazir.

“Dan jaksa ini seolah olah pembela Ahok. Persidangan 19 kali menjadi mubazir,” kata Pedri.

Ia mengajak warga Jakarta untuk bersiap rasional dalam menyikapi kasus dugaan penodaan agama ini. Pedri juga akan menuntut pihak kejaksaan untuk mengoreksi tuntutannya.

“Agar segera siapkan diri tuntut keadilan di negeri ini. Allahu Akbar!” teriaknya.

Dalam persidangan hari ini, jaksa penuntut umum menuntut terdakwa perkara penodaan agama Ahok, dengan hukuman pidana kurungan penjara selama satu tahun serta masa percobaan dua tahun. Jaksa menilai Ahok terbukti bersalah atas kasus penodaan agama.

“Maka kami menuntut majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara untuk menjatuhkan hukuman pidana satu tahun kurungan penjara dan hukuman percobaan selama dua tahun terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama,” kata jaksa penuntut umum di persidangan, Auditorium Kementerian Pertanian, ruang sidang PN Jakarta Utara.

Be the first to comment on "Fahri Hamzah Nilai Ada Intervensi Jokowi Dalam Keputusan Kasus Ahok"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*