bnpt 1 photo bnpt 2_zpsit6thrqt.png

Oleh Tito, POLRI (Kembali) Untuk Kita

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian

Oleh: Rusady Rizky (Anggota Solidaritas Pemuda Matraman)

Di bawah komando Tito, banyak pihak menilai kinerja Polri kembali membaik. Apa yang urgen didobrak perlahan adalah perihal tingkat kepercayaan publik. Sejak Tito Karnavian dilantik, di berbagai momentum, terutama aksi bernomor cantik, Polri kembali menunjukkan bahwa institusi ini dari dan untuk kita (publik Indonesia). Apakah Polri akan terus memperbaiki kinerja dan merebut kepercayaan publik yang mulai menanjak di momen-momen strategis berikutnya?

Kita tahu persis, kepercayaan adalah modal sosial paling dasar yang harus dimiliki setiap entitas sosial untuk merumuskan lalu mewujudkan seperangkat gagasan tentang kebajikan tertinggi dalam kehidupan bersama. Tanpa kepercayaan, tak ada pijakan kokoh untuk memulai apapun. Dalam konteks keamanan, menjadi naif bicara perihal segudang rencana besar aksi pemberantasan extraordinary crime (narkoba, terorisme, korupsi dsb) yang kian menjamur jika kepercayaan publik tak dimiliki. Publik butuh orang yang tepat di posisi yang tepat, sosok yang membangkitkan kepercayaan dan harapan, terutama tentang penyehatan internal institusi dan penegakan hukum. Kabar baiknya, publik kemudian  menemukan kombinasi yang pas pada Jenderal (Pol) Tito Karnavian.

Pada Tito Karnavian, ada kualifikasi komplit seorang pemimpin: kecerdasan, keberanian, kejujuran, ketegasan dan kemampuan komunikasi yang memadai. Satu kombinasi langka. Kombinasi yang tidak terbangun hanya karena Tito menjadi calon tunggal Presiden Jokowi, atau karena kemudian – pun karena manuver cantik sang Presiden – juga direstui para elit negeri,  Tetapi karena sederet prestasi terbaik Tito yang direkam apik publik. Sepanjang karirnya dengan sedikit bicara tapi banyak berbuat, Tito telah membuktikan bahwa dirinya adalah sosok yang sangat paham makna integritas, dedikasi, profesionalitas, dan konsistensi. Siapa tak kenal sosok prestisius ini: sukses memimpin penangkapan Tommy Soeharto dalam kasus pembunuhan Hakim Agung, dan memimpin Tim Densus 88 Antiteror menghentikan ulah dou teroris Azahari-Noordin M. Top serta jaringannya? – untuk menyebut beberapa.

Polri di bawah kepemimpinan Tito yang belum genap setahun, mampu menunjukkan peningkatan signifikan dari aspek Kamtibmas, penegakan hukum dan aspek perlindungan, pengayoman dan pelayanan masyarakat. Di sejumlah survei akhir 2016 menunjukkan kepercayaan publik terhadap Polri meningkat hingga 71,7 persen. Satu capaian yang justru dijadikan cambuk oleh Tito, lalu menginstruksikan seluruh satuan kepolisian untuk lebih bekerja keras meningkatkan kinerja.

Tito bahkan menantang semua anggota Polri untuk kejar prestasi seperti ia tegaskan pada awal 2017 saat memberikan penghargaan pada anggota Polda Metro Jaya yang berhasil ungkap kasus perampokan di Pulomas. Di mata Peraih Bintang Adhi Makayasa tahun 1987 ini, masih banyak pekerjaan yang harus segera diselesaikan. Terutama peningkatan profesionalisme Polri, pemberantasan kejahatan luar biasa (seperti korupsi, narkoba dan terorisme), peningkatan Kamtibmas, dan peningkatan pelayanan publik berbasis IT.

Kini, Polri boleh tampak tak sesuai kehendak (imajinasi publik), bahkan mungkin ekspektasi Tito sendiri. Tetapi kita tidak bisa menutup mata terhadap capaian-capaian Polri di awal tahun ini. Mulai dari penanganan kasus-kasus terorisme seperti Bom Panci di Bandung, rentetan kasus teroris Lamongan, serangan teroris terhadap Satlantas Polres Tuban, aksi motor teroris di Polres Banyumas, dan penangkapan teroris di Kendal. Keberhasilan penanganan berbagai kasus terorisme cukup menjelaskan mengapa Polri tak kesulitan saat membebaskan sandera, Ling-Ling, warga Malayisa pada Maret lalu. Tak kalah pentingnya, Polri memiliki peta kekuatan terorisme di Indonesia.

Berbekal banyak pengalaman lapangan, kursus dan juga hasil studinya di luar negeri menjadikan Tito tidak hanya menguasai dunia Kepolisian dengan cukup memadai untuk menata institusinya, tetapi juga membuatnya mampu dan membangun sinergi simpul-simpul kekuatan strategis dan membangun sinergi dengna berbagai pihak guna menjaga dan merawat persatuan dan kesatuan. Polri tercatat berhasil mengawal Aksi Bela Islam (411, 212 dan aksi-aksi bernomor cantik lainnya), pengawalan final Final Presiden 1-12 Maret 2017 dengan mengerahkan 15.000 personel polisi, dan mengawal Pilkada Serentak Februari 2017 dengan aman tanpa gangguan berarti. Tentu, masih banyak peristiwa penting lainya dimana Polri hadir dan memberikan yang terbaik. Satu hal yang pasti: harapan besar tentang terjaganya persatuan dan kesatuan yang karenanya imajinasi kolektif tentang tenunan kebangsaan dan kenegaraan diletakkan, akan selalu di pundak Polri. Polri (kembali) untuk kita.

Mengetahui potensi gangguan kemananan yang kian meresahkan, Tito tak hanya memimpin aksi-aksi lapangan, tetapi juga giat memperingatkan untuk mendeteksi dini potensi kejahatan dan konflik melalui berbagai forum diskusi. Lelaki kelahiran 26 Oktober 1964 ini terus mengajak semua pihak untuk merawat kebhinekaan yang mematri nilai-nilai luhur. Tito tahu persis, masyarakat Indonesia begitu heterogen. Maka dalam upaya menjaga tenunan kebangsaan, Polri melibatkan semua elemen masyarakat. Mantan Kepala BNPT ini terus membangun dan menjaga hubungan baik dengan tokoh-tokoh dan ormas yang menjadi barisan simpul pemersatu. Tahu persis karakter ganda sosial media, Tito pun sering mengingatkan untuk tidak mudah terprovokasi oleh berita palsu (hoax) yang tak jarang kontenya bernada sentimen SARA.

Kini, Polri di bawah Tito Karnavian tengah membenahi banyak hal. Untuk meningkatkan pelayanan ke publik, Polri terus berinovasi. Di antaranya, pada 4 Februari 2017, Polri meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Layanan Elektornik Kepolisian (Smile Police) di Polda Jawa Tengah. Aplikasi berbasis android ini memiliki 6 fitur layanan: Panic Button, E-Babinkamtibmas, E-Public Service, E-Complain, E-office dan E-Learning. Satu jenis digitalisasi layanan masyarakat yang dapat dikembangkan secara nasional guna meningkatkan sistem pengamanan digital di Indonesia yang masih minim. ***

Eh, Sudah Baca Ini Belum?

Pengamat Intelijen Indonesia : Stop Kegaduhan Soal Import Senjata Oleh Polri Navigasinews.com - Kegaduhan soal senjata muncul lagi di ruang publik. Import senjata yang dilakukan...
Wakapolri Menghadiri ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crime Di Fhilipi... Navigasinews.com - Kehormatan dan kebanggaan kembali ditorehkan Kepolisian Negara Republik Indon...
Pertemuan BIN, KAPOLRI & Gubernur Papua Membahas Keamanan PAPUA Menghadapi P... Navigasinews.com - Terkait dengan akan diselenggarakan Pilkada serentak pada 2018, Polri dan BIN mem...
Polda Aceh : Zulkiram Malas Dinas Jadi Di Pecat Navigasinews.com - Muhammad Zulkiram mengaku resign dari Korps Bhayangkara setelah tujuh tahun berdi...
Masa Pensiun Sampai 2022, Jenderal Tito Karnavian Tak Pikir Macam-Macam Navigasinews.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian kembali menegaskan bahwa dirinya tak tertarik unt...