Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

8 Anggota Polisi Terjerat OTT, ICW Harap Ada Sanksi Berat

ilustrasi

Tim Propam Mabes Polri menangkap 8 anggota Polda Sumatera Selatan terkait dugaan Pungli rekrutmen anggota Polri. Penangkapan ini diapresiasi oleh Indonesian Corruption Watch (ICW).

Dalam siaran persnya Minggu (2/4/2017), ICW mengapresiasi OTT terhadap 8 anggota Polri dari tingkat bintara hingga perwira. ICW berharap para pelaku dikenakan UU Tipikor.

“Pelaku juga harus dijerat dengan Undang-undang Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor). Pungutan secara tidak sah atau liar yang dilakukan oleh oknum Polisi yang juga pegawai negeri dapat digolongkan sebagai perbuatan pemerasan berdasarkan Undang-Undang Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” ujar peneliti ICW, Emerson Yuntho dalam siaran persnya.

Dia meminta Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian untuk bertindak lebih keras terhadap oknum Polisi terlibat, membongkar pihak lain yang diduga terlibat atau melindungi atau menerima setoran yang berasal dari pungli.

Proses hukum yang dilakukan oleh Tim Saber sebaiknya transparan agar publik juga dapat mengawasi.

“Harus diberikan hukuman disiplin atau sanksi administratif paling maksimal yaitu pencopotan dari jabatan atau dipecat sebagai anggota Polri. Hukuman Disiplin tersebut diatur dalam Pasal 9 PP Nomor 2/2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Kepolisian Republik Indonesia,” ujarnya.

Pemberian efek jera ini akan dapat mendorong percepatan reformasi internal Polri yang titik sentralnya pada pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) Polri.

Sebaliknya jika hukumannya lembek maka hal ini hanya akan menurunkan citra Polri di mata publik, membuat pelaku tiarap sesaat dan berpotensi melakukan tindakan serupa di masa mendatang.

Be the first to comment on "8 Anggota Polisi Terjerat OTT, ICW Harap Ada Sanksi Berat"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*