Aliansi Mahasiswa Pasca Sarjana IPB Kecam Mega Korupsi E – KTP Di DPR RI

ilustrasi e-ktp

Navigasinews.com – Akhir-akhir ini persoalan E-KTP (Kartu Tanda Penduduk Elektronik) menggegerkan publik karena kasus korupsi berjamaah yang dilakukan anggota DPR RI. Berdasarkan surat dakwaan yang beredar di media sosial menyeret nama – nama besar mulai dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), DPR, hingga pihak swasta.

Tidak tanggung – tanggung kasus mega korupsi ini melibatkan nama – nama besar di dunia perpolitikan Indonesia yang disebut-sebut ikut mencicipi uang haram tersebut. Nama-nama itu adalah Setya Novanto, Anas Urbaningrum, M. Nazaruddin, Ganjar Pranowo, Chaeruman Harahap, Agun Gunandjar Sudarsa, Taufik Effendi, Teguh Djuwarno dan lainnya.

Akibat korupsi berjamaah ini berdasarkan dari dakwaan Mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, Irman, dan mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Sugiharto, didakwa merugikan negara sebesar Rp 2,314 triliun.

Kerugian yang dialami oleh negara tidak tanggung – tanggung karena berdampak langsung pada pelayanan E-KTP. Oleh karena itu, Ketua Aliansi Mahasiswa Pasca Sarjana IPB, Saddam Munawir mengecam aksi perampokan berjamaah ini dan Meminta Semua pihak mengawal kasus ini sampai tuntas dan mendorong KPK untuk menuntaskan kasus ini sampai pada akar – akarnya, jangan sampai kasus ini seperti kasus Century dan BLBI yang tidak kunjung tuntas.

Dirinya mengemukakan bahwa kasus ini merupakan bencana nasional karena hilangnya moral para penyelenggara negara dan merugikan masyarakat secara langsung. Maka, Aliansi Mahasiswa Pasca Sarjana IPB Meminta para pemimpin dan pejabat yang terlibat memegang jabatan publik untuk mundur dari posisinya termasuk Setya Novanto harus mundur dari Ketua DPR RI dan Ganjar Pranowo sebagai Gubernur Jawa Tengah. Begitu pun dengan anggota DPR yang lain harus mundur dari posisi sebagai Anggota DPR RI.

Dalam kasus ini, dalam dakwaan Irman dan Sugiharto, Peran Setya Novanto cukup sentral dalam memainkan skandal Mega Proyek ini karena pada saat itu sebagai Fraksi Partai Golkar. Sebagai Negarawan seharusnya Novanto harus mundur dari jabatannya dan menjadi contoh bagi anggota DPR yang lain.

Kasus ini membuktikan Bahwa anggota DPR RI sedang melakukan pengkhianatan terhadap amanah rakyat karena melanggar sumpah dan jabatan dan mengkhianati pilihan rakyat kepadanya. Dari kasus korupsi ini kita bisa lihat dampak langsung di masyarakat termasuk ketersediaan blangko e-KTP dan persoalan perekaman e-KTP belum bisa diselesaikan. Ditambah lagi, ancaman kebocoran identitas penggunaan E-KTP karena dana jadi bancakan DPR.

Be the first to comment on "Aliansi Mahasiswa Pasca Sarjana IPB Kecam Mega Korupsi E – KTP Di DPR RI"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*