Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

Kementan dan KPPU Bakal Menumpas Habis Kartel Cabai

Menteri Pertanian Amran Sulaiman

Navigasinews.comMenteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan akan akan menumpas habis praktik kartel cabai. Pihak kementan bekerjasama dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan Badan Reserse Kriminal Polisi Republik Indonesia (Bareskrim Polri) akan memberantas praktik kartel cabai.

“Kasus kemarin itu di samping panjang (rantai pasoknya), juga disimpan di gudang. Kalau disimpan itu namanya kartel, padahal orang butuh,” ujar Amran di Kementan, Jakarta, Senin, (6/3/2017).

Amran menerangkan, tindakan kartel melanggar hukum karena dapat menyebabkan harga cabai rawit merah melonjak tidak terkendali dalam beberapa bulan terakhir.

“Kami minta ditindak tegas jangan diberi ampun, seperti kemarin ada (praktik) oplos pupuk dan beras, sekarang cabai. Kami minta dibongkar sampai akar-akarnya,” tegasnya.

Beberapa waktu lalu, Kementan bersama KPPU dan Bareskrim Polri telah berhasil mengungkap praktik kartel komoditas cabe rawit merah.

Wakil Kepala Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Antam Novambar mengatakan, ada sejumlah pengepul “nakal” yang membuat stok cabai di pasaran menipis sehingga harganya naik berkali-kali lipat.

Seperti diketahui, sejak Januari 2017, harga cabai rawit merah melejit dari sekitar Rp 20.000 per kilogram menjadi Rp 160.000 per kilogram.

Berdasarkan penyelidikan polisi, normalnya ada 50 ton yang disalurkan ke pasar. Namun, sejak Desember 2016 hingga Februari 2017, jumlahnya berkurang drastis hingga 80 persen.

Stok cabai di pasar dialihkan ke industri dengan harga tinggi, sekitar Rp 181.000 per kilogram. Hal tersebut yang membuat kelangkaan pasokan stok cabai rawit merah di pasar.

Be the first to comment on "Kementan dan KPPU Bakal Menumpas Habis Kartel Cabai"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*