Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

Kalah Bersaing, 61,6% Taksi Di Jakarta Berhenti Beroperasi

NavigasiNews – Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) menyebutkan hingga 2017 sebanyak 15.750 atau sebesar 61,6% dari total 25.550 taksi berizin yang direalisasikan Pemda DKI telah berhenti beroperasi. Hal ini tidak terlepas dari keberadaan taksi online yang beroperasi secara masif.

Ketua Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta Shafruhan Sinungan mengatakan, penurunan tersebut adalah dampak persaingan yang tidak sehat dengan kendaraan ilegal yang berbasis aplikasi.

Shafruhan menyayangkan kebijakan Pemerintah yang ikut andil dalam pembiaran tersebut. Menurutnya, pemerintah mengulur waktu realisasi Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Umum Tidak Dalam Trayek Jenis Angkutan Sewa atau taksi dalam jaringan (daring).

“Kondisi itu adalah dampak dari kebijakan pemerintah yang membiarkan kendaraan pribadi yang ilegal beroperasi,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 32 Tahun 2016 ini telah mengalami dua kali masa perpanjangan jatuh Tempo. Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 32 Tahun 2016 dikeluarkan Maret 2016 dengan masa sosialisasi jatuh tempo selama 6 bulan yaitu Oktober 2016.

Sekarang, Pemerintah kembali lakukan perpanjangan hingga Maret 2017. Bahkan, Pemerintah berencana melegalkan kendaraan tipe low cost green car (LCGC) di bawah 1.300 CC menjadi angkutan taksi umum

Be the first to comment on "Kalah Bersaing, 61,6% Taksi Di Jakarta Berhenti Beroperasi"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*