Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

Tips Berjualan Di Pasar Maya

NavigasiNews – Pemerintah sedang getol meng-online-kan segala bentuk usaha demi memajukan ekonomi digital di Indonesia. Berbagai bentuk penjualan digital mulai dari menggunakan media sosial hingga marketplace kini marak digunakan di kota-kota besar.

Kendati demikian, e-commerce Indonesia bisa dibilang sedang tumbuh dan masih menghadapi berbagai tantangan. Apalagi untuk berjualan di market place, di mana pembeli bisa membandingkan harga dan layanan dengan sangat mudah, penjual tidak gampang mendapatkan perhatian pelanggan yang juga masih belajar tentang sistem penjualan baru tersebut.

Lalu bagaimana mengatasi tantangan tersebut? Kiko, salah satu penjual di marketplace Indonesia membagikan pengalamannya. Berikut beberapa tipsnya:

Mengedukasi Pelanggan

Berbelanja online masih relatif baru untuk masyarakat Indonesia. Masih banyak pelanggan yang tidak mengetahui sistem jual beli di marketplace. Untuk itu, Kiko mengajak setiap penjual untuk sabar mengajari calon pembeli.

“Untuk pembeli baru yang tidak terbiasa dengan online shopping, harus terus-menerus dikasih penjelasan gimana sistem jual beli di marketplace, dan menyarankan untuk melakukan transaksi di marketplace, demi kenyamanan dan keamanan kedua belah pihak,” jelasnya.

“Jadi caranya harus konsisten dan berani bilang tidak untuk transaksi di luar marketplace, misalnya pembeli mau beli via WhatsAppp saja atau sejenisnya. Karena kalau di marketplace, transaksi kita ada record yang jelas dan sangat mendetail, berguna jika suatu waktu ada perselisihan atau hal-hal lain yang menyebabkan kegagalan transaksi,” lanjutnya.

Merapikan Inventori

Ketika pelanggan mulai berdatangan, Anda perlu bekerja secara efisien agar lebih optimal. Kiko menyarankan penjual di marketplaceuntuk merapikan invetori.

“Inventori itu sebenarnya masalah internal, untuk hal ini contohnya perlu merapikan kode barang, penempatan barang di rak, mengatur stok minimal, dll. Jadi dibikin semacam sistem supaya pekerjaan operasional bisa efektif dan efisien,” papar Kiko.

Pelayanan Konsumen

 Ketika berjualan di marketplace, Anda menghadapi calon pelanggan Anda sendiri. Hal ini berbeda dari e-commerce lain dan mungkin juga menjadi kesempatan lebih baik untuk Anda asal dimanfaatkan dengan baik juga.

“Jadi ketika menjual sesuatu, kita sebaiknya tidak hanya menjual, tapi juga bisa memberikan konsultasi, saran, atau pun hanya sekadar sharing informasi baik itu tentang produk yang dijual atau pun hal-hal yang berkaitan tentang itu,” ujarnya.

Logistik

 Tak akan ada jual-beli online tanpa logistik yang bisa diandalkan. Hal ini pun tak boleh luput dari perhitungan penjual di marketplace. Kiko menyarankan setiap penjual untuk melibatkan partner logistic yang bagus.

Hal ini dikarenakan penjual maupun pembeli tidak bisa mengontrol pengiriman meski bisa memantau dari situs melalui resi. Jika tidak bersama partner yang baik akan terjadi hal-hal seperti pengiriman yang terlambat, paket tertukar, atau pengembalian dan lain sebagainya.

“Jadi bisa dibilang, sebagai seller, kita hanya bisa mengontrol hanya sampai submit paket ke agen, setelah itu kita percayakan ke performance logistic yang bersangkutan. Pembeli di marketplace banyak juga yang tidak tahu atau tidak mau tahu bahwa seller dan ekspedisi itu hal yang berbeda, tapi tetap semua keluhan biasanya masuk ke seller terlebih dahulu apa pun alasannya,” kata dia. “So penting banget untuk memilih partner logistik yang punya performance bagus, murah bukan segalanya karena ketika suatu bermasalah, biaya menyelesaikannya bisa berkali-kali lipat biaya kirim yang dibebankan.”

Be the first to comment on "Tips Berjualan Di Pasar Maya"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*