Saran KPPU Untuk Menekan Harga Cabai

NavigasiNews – Harga cabai rawit merah masih betah di atas Rp 100.000/kg. Harga yang tak kunjung turun ditengarai lantaran curah hujan tinggi belakangan ini.

Selain itu, ada dugaan terjadi permainan harga di tingkat distribusi. Menyikapi kondisi ini, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyarankan 3 hal kepada pemerintah supaya bisa mengendalikan harga cabai rawit merah.

Pertama, mengatur pola penanaman di hulunya atau di tingkat petani.

“Makanya kita akan dorong supaya Kementan atau Dinas Pertanian di daerah mengatur pola tanam tadi. Karena kalau tidak, pasti akan seperti itu terus,” tutur Ketua KPPU, M. Syarkawi Rauf, Senin (13/2/2017).

“Jadi petani itu harus ada kelompok-kelompoknya. Kemudian mereka dibina sehingga pola tanam itu diatur. Karena penurunan ini terjadi bukan semata-mata karena faktor musim. Tapi menurut petani, bahkan musim itu tidak berpengaruh terhadap produksi cabai. Pengaruhnya hanya ke ongkos produksi,” lanjut Syarkawi.

Kedua, rantai distribusi juga harus didorong untuk lebih disederhanakan supaya meminimalisir potensi kartel.

Ketiga, pemerintah juga dihimbau melakukan kemitraan pada industri pengolahan cabai dengan petani, sambil masyarakat juga diedukasi tak hanya mengkonsumsi cabai segar saja melainkan juga cabai olahan.

“Industri pengolahan cabai atau cabai olahan juga harus dilakukan. Ini perlu didorong supaya ada kemitraan antara petani dengan industri pengolahan cabai. Kemudian Masyarakat kita harus diedukasi untuk terbiasa mengonsumsi cabai olahan. Negara lain sudah terbiasa melakukan ini. Tiga ini saja bisa kita lakukan, itu akan sangat baik,” pungkas Syarkawi.

Be the first to comment on "Saran KPPU Untuk Menekan Harga Cabai"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*