Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

APBN Tidak Cukup Danai Pembangunan LRT

NavigasiNews – Pemerintah saat ini tengah mencari alternatif pembiayaan untuk membangun proyek Light Rail Transit (LRT). Pasalnya, khususnya untuk pembangunan LRT pada kawasan Jakarta dan sekitarnya, butuh dana sebesar Rp23 triliun. Padahal kemampuan APBN hanya mencapai Rp1 triliun per tahunnya.

Hanya saja, Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Prasetyo Boeditjahjono mengungkapkan bahwa hingga saat ini skema yang digunakan masih menggunakan APBN. Hanya saja, pemerintah masih akan mencari alternatif lainnya dalam sepekan ke depan.

“Realitanya Perpres ini masih dengan APBN sampai dengan hari ini ya, karena APBN-nya terlalu besar, sampai situ penjelasannya, ini kemungkinan dengan selain APBN. Nah ini yang perlu diputusin dulu di sini,” tuturnya di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Senin (6/3/2017).

Menurutnya, beban APBN akan terlalu besar juga dalam waktu bersamaan membangun dua LRT, yaitu LRT Jabodebek dan Palembang. Untuk itu, pemerintah perlu mencari alternatif pembiayaan lainnya.

“Nah Jabodebek ini ada lagi yang harus didiperjelas pada saat itu, karena di teman-teman Adhi Karya sudah sempat mendapat PMN Rp1,4 triliun,” imbuhnya.

Hanya saja, LRT Jakarta yang akan digunakan untuk Asian Games dipastikan tidak akan terhambat. Pasalnya, pembangunan dilakukan dengan menggunakan APBD. Termasuk untuk Palembang yang telah hampir pasti menggunakan APBN.

“LRT kan Sumsel, jadi itu 23 Km nilainya sekitar Rp12 triliun. Terus Jabodebek itu Adhi Karya 43 Km itu Rp22 triliunan. Terus yang ini satu lagi LRT Jakarta tahap satu itu 6 Km,” jelasnya.

Be the first to comment on "APBN Tidak Cukup Danai Pembangunan LRT"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*