Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

Pertamina Aset Besar, Dirut Baru Harus Tangguh

NavigasiNews – Direktur baru PT Pertamina (Persero) dituntut untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja positif yang sudah diraih saat ini. Hal ini bisa terwujud jika pengganti Dwi Soetjipto nanti orang profesional dan berpengalaman di industri migas.

Wakil Ketua Komisi VII DPR Satya Widya Yudha, mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, dan pakar ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (UGM) Fahmy Radhi mengkhawatirkan direktur utama (dirut) Pertamina baru nanti tidak bebas kepentingan yang ujungnya hanya akan merusak kinerja perusahaan pelat merah tersebut.

Satya Yudha memahami tidak mudah mencari sosok dimaksud, termasuk berpengalaman di dunia migas. Namun dia berharap dirut baru dapat menjalankan tata kelola perusahaan.“ Walaupun cukup sulit bagi Pertamina terlepas dari kepentingan politik penguasa, yang bisa dilakukan ialah menjalankan prinsip tata kelola perusahaan dengan disiplin dan akuntabel,” ujar Sayta Widya di Jakarta kemarin.

Sudirman Said mengingatkan aset besar dan strategis yang dimiliki Pertamina rentan disusupi berbagai macam kepentingan tertentu. Dalam pandangannya, perombakan pucuk pimpinan yang tidak berpola, baik periode maupun tata cara penunjukan, rawan diwarnai kepentingan jangka pendek sehingga pengaruhnya sangat besar baik dari sisi bisnis maupun perannya di sektor energi nasional.

“Kalau kita tidak mampu keluar dari praktik masa lalu, yang selalu mengedepankan kepentingan jangka pendek dan politisasi, kita kehilangan kesempatan besar,” tandasnya. Senada, Fahmy Radhi mendesak pemegang saham menempatkan pimpinan baru yang berintegritas dan bebas dari segala macam kepentingan agar Pertamina tidak menjadi sapi perah pemburu rente.

Apalagi posisi Pertamina sangat penting bagi bangsa ini. “Aset BUMN sebesar Pertamina punya andil besar untuk kepentingan bangsa dan negara,” ujar Fahmy saat dihubungi kemarin. Dia menilai Pertamina di bawah kepemimpinan Dwi Soetjipto mampu membawa kinerja Pertamina ke arah yang lebih baik.

Menurut dia, kinerja positif tersebut tercapai karena mantan bos Semen Indonesia itu berintegritas dan tidak mudah diintervensi berbagai macam kepentingan yang tujuannya merugikan Pertamina. Bahkandisaat Pertaminaterhimpit penurunan harga minyak dunia, kinerja keuangan Pertamina tetap cemerlang.

Melalui efisiensi di berbagai lini, Pertamina hingga kuartal II tahun lalu menghasilkan laba USD3,1 miliar atau Rp40 triliun. ”Itu bukti bahwa integritas kepemimpinan Dwi Soetjipto tidak dapat diragukan sehingga ada saja pihak yang tidak senang dengan kebijakan tersebut. Terutama bagi mereka yang ingin menggunakan Pertamina untuk kepentingan tertentu,” paparnya.

Sementara itu Direktur ReforMiners Institute Komaidi Notonogero menyampaikan pesimismenya atas harapan tersebut. Dalam pandangannya, setiap perusahaan BUMN sulit keluar dari intervensi penguasa dan terbebas dari konflik kepentingan tertentu. “Intervensi penguasa relatif dominan karena intervensi kebijakan jajaran direksi dilakukan oleh pemegang saham.

Be the first to comment on "Pertamina Aset Besar, Dirut Baru Harus Tangguh"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*