Banyak Situs Sejarah Religius, Pemerintah Berupaya Tarik Turis Myanmar

NavigasiNews – Wisata budaya di Indonesia cocok dipromosikan kepada wisatawan mancanegara asal Myanmar. Turis Myanmar tertarik dengan peninggalan-peninggalan agama Buddha.

“Menurut kami kalau Indonesia mau menarik wisatawan Myanmar, bisa dari sisi religiusnya. Wisata religi karena mereka mayoritas Buddha,” kata Pelaksana Fungsi Sosial Budaya Kedutaan Besar Republik Indonesia di Yangon, Yasfitha Murthias di sela-sela Rapat Koordinasi Pariwisata Wilayah Asia Tenggara di Bogor, Jawa Barat.

Perempuan yang akrab dipanggil Itha ini menyebut masyarakat Myanmar sangat memahami Candi Borobudur sebagai salah satu peninggalan agama Buddha. Namun, lanjutnya, masyarakat Myanmar memang hanya terpaku pada obyek wisata Candi Borobudur.

“Padahal kita punya peninggalan Buddha di wilayah lain seperti Sumatera Selatan. Saya yakin di sana banyak peninggalan (sejarahnya). Itu yang bisa kita promosikan ke mereka,” jelasnya.

Selain itu, Indonesia juga bisa menarik minat masyarakat muslim di Myanmar untuk berwisata ke Indonesia. Menurut Itha, masyarakat muslim di Myanmar tahu betul bahwa mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam.

“Mereka tahu bahwa Indonesia adalah negara mayoritas Islam. Di sini mereka bisa mendapatkan wisata syariah. Kita kan sedang mengembangkan wisata halal juga. Itu yang saya lihat dua peluang yang bisa dikembangkan untuk menarik wisatawan Myanmar untuk datang ke Indonesia,” ujar Itha.

Be the first to comment on "Banyak Situs Sejarah Religius, Pemerintah Berupaya Tarik Turis Myanmar"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*