Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

Investasi Migas Indonesia Kalah Dibanding Negara Tetangga

NavigasiNews – Potensi sumber daya alam Indonesia dipandang belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal Indonesia adalah salah satu negara yang kaya akan sumber daya alam.

Menurut Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM IGN Wiratmaja Puja nilai investasi pada sektor migas di Indonesianya rendah dibandingkan negara lainnya di Asia Tenggara. Bahkan, Indonesia jauh tertinggal dari Vietnam, India, hingga Malaysia.

Padahal, Indonesia memiliki berbagai potensi dari segala sisi pada pengembangan sumber daya alam. Keadaan geologi di Indonesia pun cukup menarik bagi dunia luar.

“Contoh kenapa tidak atraktif, di Indonesia sejak ada discovery sampai 1st oil tahun 70-an, kurang dari 5 tahun semakin modern canggih tapi justru semakin lama di atas tahun 2000 rata-rata 16 tahun harusnya dengan teknologi kan maki pendek. Inilah tantangannya sehingga efeknya bahwa reserve replacement kita rendah sekali,” tuturnya di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (31/1/2017).

Menurutnya, nilai investasi pada sektor migas di Indonesianya rendah dibandingkan negara lainnya di Asia Tenggara. Bahkan, Indonesia jauh tertinggal dari Vietnam, India, hingga Malaysia.

“Tahun 2012-2013 harga minyak tinggi tapi tetap KKKS turun, artinya tidak tergantung harga minyak juga. Ini yang harus kita benahi dan tentu juga kalau hulu migas tidak ada terobosan besar maka 10 tahun lagi produksi minyak kita tinggal 300 ribu barel 15 tahun 200 ribu barel. Reserve kita sudah bertahun-tahun tidak berubah,” jelasnya.

Untuk itu, pemerintah perlu atraktif dalam menggenjot nilai investasi pada sektor migas. Di antaranya adalah penyederhanaan perizinan. Pasalnya, hal ini akan sangat berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.

“Hulu migas hambatannya perizinan ada 300 sekian totalnya dari dirjen migas saja dulu 104 izin kami jadikan 42. Lalu satu hingga dua bulan hanya tinggal 6 izin saja proses juga luncurkan di BKPM 9 perizinan migas yang program 3 jam. Ini yang perlu dikembangkan,” tutupnya.

Be the first to comment on "Investasi Migas Indonesia Kalah Dibanding Negara Tetangga"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*