Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

Enam Money Changer Diduga Terlibat Transaksi Narkoba

Pecahan uang dolar Amerika Serikat dan rupiah di sebuah bank nasional di Jakarta, Jumat (6/3). Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate, rupiah terkoreksi 0,8 persen menjadi Rp 13.164 per dollar AS, Rabu (11/3) Kompas/Hendra A Setyawan (HAS) 06-07-2015

NavigasiNews – Badan Narkotika Nasional (BNN) menyatakan, enam kegiatan usaha penukaran valuta asing (KUPVA) Bukan Bank (BB) atau money changer disinyalir menjadi perantara penyaluran dana bisnis narkotika dan obat-obat terlarang (Narkoba).

Menurut Direktur Tindak Pidana Pencucian Uang BNN Brigadir Jenderal Polisi Rokhmad Sunanto, dari enam KUPVA BB tersebut, empat di antaranya tidak mengantongi izin dari Bank Indonesia (BI). Adapun dua sisanya menyalahi izin dari bank sentral.

“Nilai dana dari satu KUPVA BB mencapai Rp 3,6 triliun. Yang lainnya masing-masing puluhan miliar rupiah,” jelas Rokhmad di Jakarta, Senin (30/1/2017). Rokhmad menuturkan, KUPVA BB yang memiliki nilai dana tertinggi tersebut beroperasi di Jakarta.

Namun demikian, kata dia, pihaknya belum bisa merinci identitas KUPVA BB yang dimaksud. Adapun lima KUPVA BB lainnya beroperasi di Medan dan Batam.

Berdasarkan penelusuran BNN, keenam KUPVA BB tersebut menjadi sarana penukaran dana dari bisnis narkoba yang kemudian ditransfer ke rekening di luar negeri.

Menurut Rokhmad, ada beberapa modus bisnis penyalahgunaan narkotika yang turut menyeret KUPVA BB. Namun, modus yang paling lazim digunakan adalah melibatkan KUPVA BB yang tidak memiliki izin dan tidak melaporkan ke BI.

“KUPVA BB yang tidak berizin juga dimanfaatkan oleh KUPVA yang berizin, jadi perantara. KUPVA dijadikan tempat penampungan dana, pengedar narkoba biasanya menggunakan identitas dan dokumen palsu,” ungkap Rokhmad.

Be the first to comment on "Enam Money Changer Diduga Terlibat Transaksi Narkoba"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*