Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

Rejeki Dari Penukaran Uang Baru Untuk Angpao

NavigasiNews – Biasanya perayaan Tahun Baru Imlek menjadi ladang pemasukan bagi para penjual pernak-pernik. Perayaan besar bagi masyarakat keturunan China ini pun ternyata memberikan peluang kepada masyarakat yang bukan seorang pedagang.

Momen perayaan Tahun Baru Imlek juga dimanfaatkan oleh Desi yang bukan seorang penjual pernak pernik. Desi merupakan perempuan paruh baya yang sengaja menjadi agen jasa penukar uang di kawasan Pasar Glodok, Jakarta Barat.

Desi mengaku, memanfaatkan momen hari raya besar untuk mencari pundi-pundi keuntungan, salah satunya dengan penukaran uang. “Hasilnya lumayan daripada hanya diam saja di rumah,” kata dia.

Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2017, wanita asal Medan ini menyediakan dana kurang lebih Rp 20 juta sebagai modal aksinya sebagai agen penukar uang dadakan.

Dia mengaku, untung yang diambil rata-ratanya Rp 100 ribu per hari atau sebulan sekitar Rp 3 juta. Uang yang disiapkannya pun beragam mulai dari pecahan Rp 2.000 hingga pecahan Rp 100 ribu.

Bersama dua rekannya, Desi sudah mulai ada sejak pukul 07.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB. “Saya sengaja menyiapkan nominal penukarannya untuk nominal Rp 100 ribu, jadi setiap satu bungkus itu nilainya Rp 100 ribu,” jelasnya.

Desi mengaku, profesinya sebagai agen penukaran uang dadakan sangat membahayakan dirinya. Selain rawan tindakan kriminal seperti perampokan, dia juga mengkhawatirkan soal beredarnya uang palsu.

Meski demikian, kekhawatiran tindak kriminal tidak mengendurkan niat Desi untuk meraup keuntungan. Apalagi, jasa penukaran uang ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang merayakan Imlek.

“Takut sih takut, tapi ya gimana, karena memang lumayan untungnya, dan pas imlek ini kan memang banyak yang membutuhkan, makanya saya ambil peluang itu,” kata dia.

Be the first to comment on "Rejeki Dari Penukaran Uang Baru Untuk Angpao"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*