Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

Institusi MK Tercoreng, Patrialis Akbar Di-OTT Oleh KPK

Gedung Kantor Mahkamah Konstitusi di Jakarta

Navigasinews.com – Patrialis Akbar, seorang hakim Mahkamah Konstitusi (MK) disebut ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT). Patrialis Akbar ditangkap bersama sejumlah orang saat sedang bertransaksi suap.

Saat ditangkap, Patrialis Akbar sedang bersama seorang wanita di sebuah hotel di kawasan Taman Sari, Jakarta Barat. Namun, belum diketahui secara pasti identitas dari wanita tersebut.

Sementara informasi lain menyebutkan, dalam OTT ini KPK mengamankan sekitar 10 orang, termasuk hakim MK berinisial PA. Dua di antara 10 orang yang diamankan tersebut merupakan wanita.

Informan yang tak berkenan disebut namanya ini menerangkan bahwa, Patrialis Akbar ditangkap usai bertransaksi suap berkaitan dengan judicial review atau uji materi undang-undang di MK. Namun belum diketahui dengan pasti UU yang terkait dengan kasus ini.

“Terkait dugaan tindak pidana suap,” kata seorang sumber.

Selain mengamankan 10 orang, dalam OTT ini, Tim Satgas KPK juga menyita sejumlah uang tunai yang terkait dengan suap ini. “Uangnya masih dihitung,” kata sumber yang sama.

Sementara itu, Ketua KPK Agus Rahardjo membenarkan adanya operasi tangkap tangan (OTT) terhadap hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar. Penangkapan itu dilakukan di Jakarta.

“Benar, informasi sudah kami terima terkait adanya OTT yang dilakukan KPK di Jakarta,” kata Agus saat dimintai konfirmasi, Kamis (26/1/2017).

Agus menyebut ada sejumlah pihak lain yang juga ditangkap. Agus menyebut para pihak itu saat ini sudah diamankan.

“Ada sejumlah pihak yang diamankan saat ini. Terkait dengan lembaga penegak hukum,” ujar Agus.

“Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan pada hari ini,” imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua MK Prof Arief Hidayat sudah mendengar tentang OTT tersebut. Arief akan mengumpulkan seluruh hakim konstitusi. Arief mengaku belum bisa berkomentar banyak lantaran harus rapat terlebih dahulu dengan hakim MK yang lain.

“Saya akan rapat dulu RPH dan nanti setelah rapat saya akan bicara, Karena saya, apa yang saya lakukan harus sesuai dengan prinsip hakim,” ujarnya.

“Saya mendengar kabar itu. Saya akan mengumpulkan seluruh hakim konstitusi siang ini,” kata Arief sebagaimana dilansir oleh detikcom.

Seingat Arief, seluruh hakim konstitusi berkumpul saat membacakan putusan seharian di MK. Tapi setelah magrib, mereka pulang ke rumah masing-masing.

“Setelah itu, saya tidak tahu lagi,” ujar Arief.

“Yang bisa saya komentar begini, Ya Allah saya mohon ampun saya tidak bisa menjaga MK ini dengan sebaik-baiknya,” kata Arief di Kantor MK, Jakarta, Kamis (26/1).

Meski pun itu dilakukan oleh salah satu anggotanya, sebagai ketua MK dia meminta maaf kepada bangsa Indonesia karena lembaga peradilan tertinggi negara justru kembali melakukan kesalahan.

“Saya mohon ampun kepada Allah dan saya mohon maaf lagi kepada bangsa ini Mahkamah telah melakukan kesalahan lagi meskipun itu dilakukan secara personal dan lembaga ini jadi tercoreng,” ungkap Arief dengan nada rendah.

Be the first to comment on "Institusi MK Tercoreng, Patrialis Akbar Di-OTT Oleh KPK"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*