Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

Tindak Kekerasan Satpam Unhas Menuai Kecaman Netizen

Tindak kekerasan Satuan Pengaman Unhas [Foto: Istimewa]

Navigasinews.com – Alumni dan mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) telah terpanggil untuk menandatangani sebuah petisi Mengecam Tindak Kekerasan Aparat Unhas Dalam Aksi Mahasiswa Unhas Bersatu Menolak PTNBH.

Tindak kekerasan oleh satuan pengamanan kampus Unhas tersebut terjadi pada senin, 16/1/2017 ketika ratusan mahasiswa unhas yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa UBER (Unhas Bersatu) menggelar aksi penolakan status PTNBH (Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum).

Pada hari yang sama, Unhas resmi berubah status dari BLU (Badan Layanan Umum) menjadi PTNBH (Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum), yang diresmikan secara langsung oleh Menristekdikti (Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi).

Aksi demonstrasi dimulai sejak pukul 09:30 WITA tidak jauh dari gedung Rektorat Unhas. Aksi yang mulanya berjalan damai tersebut menjadi panas setelah brikade satpam meminta massa aksi untuk mundur dan menjauh dari gedung Rektorat Unhas.

Dikutip dari Change.org, aksi tersebut kembali memanas sekitar pukul 11:00 WITA. Bermula pada saat salah seorang massa aksi, sebut saja Edgar (disamarkan), berorasi dan berusaha mengarahkan massa untuk maju beberapa langkah dari lokasi aksi.

Satuan keamanan kampus segera menghentikan langkah massa aksi, Satpam menjambak lalu mencekik Edgar di bagian leher, dan menyeretnya ke rektorat untuk diinterogasi oleh WR III. Edgar mengalami luka lebam di bagian leher akibat peristiwa itu.

Selama satu jam, massa aksi silih berganti menyampaikan orasi politiknya. Sekitar pukul 12:30, massa aksi kembali berusaha maju untuk menyampaikan aspirasinya di gedung rektorat, dihadapan Menristekdikti. Akan tetapi, untuk kedua kalinya, massa aksi dihadang oleh Satpam kampus. Ibaratnya seorang pencuri, sedikitnya 5 orang massa aksi mengalami tindak kekerasan: dibanting, diseret, ditendang, diinjak-injak, dan ditampar.

Sampai saat ini, belum ada tindakan tegas dari pihak rektorat untuk menindaki kasus kekerasan yang dilakukan oleh pihak pengamanan kampus.

Dalam petisi tersebut dituliskan bahwa mungkinkah Satpam bergerak tanpa perintah atasan? Jika benar ini merupakan instruksi dari atasan, maka kami dengan tegas menuntut:

  1. Rektor Unhas untuk mengusut tuntas kasus kekerasan yang dilakukan pihak keamanan kampus terhadap mahasiswa Unhas dalam aksi tolak PTNBH, Senin, 16 Januari 2016.
  2. Pihak Kepala Kepolisian Daerah untuk melakukan penyelidikan terkait tindak kekerasan yang dilakukan aparat birokrasi dan keamanan kampus.
  3. Oknum satuan keamanan kampus yang terbukti melakukan tindak kekerasan untuk diberikan sanksi tegas, agar tidak mengulangi kesalahan serupa, dan meminta maaf kepada korban.
  4. Jika peristiwa kekerasan ini terbukti merupakan instruksi dari jajaran pimpinan Unhas, kami menuntut agar ia dicopot dari jabatannya.
  5. Rektor Unhas agar mengeluarkan jaminan keamanan dalam bentuk kebijakan untuk mengutarakan pendapat, sejauh penyampaian aspirasi yang kami lakukan dimaksudkan damai, tanpa provokasi dari oknum tertentu.
  6. Penolakan atas perubahan status Unhas menuju PTNBH dengan alasan yang telah dikemukakan di muka.
  7. Revisi Permen No: 39 Tahun 2016 tentang BKT (Biaya Kuliah Tunggal) dan UKT (Uang Kuliah Tunggal) pasal 7 ayat 1, dan pasal 9 ayat 1 poin b, karena dianggap memberatkan pihak mahasiswa.

Hingga artikel ini dimuat, netizen yang turut menandatangani petisi online pada laman Change.org tersebut telah mencapai 582 orang. Mau ikut tandatangani petisi ? (KLIK DI SINI)

Video Aksi Kekerasan Satpam Unhas Terhadap Mahasiswa (16/1/2017)

Sebelumnya, beredar pula video yang menayangkan penggalan kejadian tersebut. Video berdurasi 42 detik tersebut diunggah ke Youtube.com dengan judul “Tindak Kekerasan Terhadap Mahasiswa Unhas Massa Aksi Damai Tolak PTN -BH”

Dalam video terlihat salah seorang diantara beberapa oknum satpam yang teridentifikasi turut memukuli dan menendang massa aksi tidak mengenakan pakaian seragam kesatuan aparat keamanan kampus (00:00-00:06, 00:11-00:15, 00:22-00:24). Bahkan salah satu staff dosen menendang salah seorang massa aksi yang telah terkapar tidak berdaya di tanah (00:00-00:04).

Sungguh sangat disayangkan, di universitas yang baru saja memperoleh kedudukan tertinggi sebagai Perguruan Tinggi “Berbadan Hukum”, mahasiswa diperlakukan layaknya binatang.

Berikut Videonya:

Be the first to comment on "Tindak Kekerasan Satpam Unhas Menuai Kecaman Netizen"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*