Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

RI – Jepang Perkuat Kerjasama Ekonomi dan Pertahanan

NavigasiNews – Indonesia dan Jepang sepakat untuk terus meningkatkan kerja sama di berbagai bidang. Selama ini Jepang merupakan mitra strategis bagi Indonesia, terutama bidang ekonomi, seperti perdagangan dan investasi.

Kemarin delegasi kedua negara menggelar pertemuan bilateral, yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat.

Dalam kunjungan dua hari ke Indonesia, PM Abe mengajak 30 CEO perusahaan besar Negeri Sakura. Dalam pertemuan itu dibahas sejumlah agenda, antara lain beberapa kerja sama ekonomi dan kerja sama dalam konteks Two Plus Two (2+2) antara menteri luar negeri dan menteri pertahanan kedua negara (selengkapnya infografis).

Jepang merupakan investor terbesar di Indonesia setelah Singapura. Selama periode Januari- September 2016, investasi Jepang di Indonesia mencapai USD4,5 miliar, dengan sebagian besar di sektor infrastruktur. Beberapa proyek infrastruktur pada 2016, seperti proyek ketenagalistrikan yang dimenangkan oleh konsorsium Jepang-Indonesia dan tol laut Surabaya-Sorong, saat ini sudah berjalan. Tahun ini, investor Jepang mulai merambah untuk berinvestasi pada real estate dan properti.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi mengatakan tahun depan Indonesia dan Jepang akan merayakan 60 tahun hubungan diplomatik kedua negara dengan tema teknologi modern. “Pertemuan bilateral ini penting artinya di tengah berbagai perkembangan baru dunia,” ujar Presiden Jokowi.

Sementara itu, PM Abe mengatakan Jepang memprioritaskan kerja sama maritim dengan Indonesia. Jepang mendorong aktif kerja sama di bidang keamanan laut dan pulau-pulau terpencil Indonesia melalui Forum Maritim Indonesia-Jepang yang mulai dibentuk Desember lalu. “Terkait proyek pembangunan Pelabuhan Patimban, kami kembali menegaskan arah kebijakan perusahaan patungan Jepang-Indonesia,” ujarnya.

Selanjutnya, menurut PM Abe, Jepang tertarik berinvestasi di bidang infrastruktur seperti transportasi dan energi. “Kami akan bekerja sama di bidang perkeretaapian, pembangkit listrik, dan lain-lain melalui pembangunan infrastruktur berkualitas tinggi yang merupakan keunggulan Jepang,” tambah PM Abe.

Jepang juga tertarik berinvestasi dalam bidang irigasi dan konservasi pantai di Indonesia. Mereka berjanji akan menciptakan kesempatan bisnis dengan nilai total sekitar 74 miliar yen (Rp8,6 triliun) untuk bidang irigasi dan konservasi pantai.

 

Baru Sebatas Proposal

Khusus mengenai kerja sama perhubungan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pembahasan kereta cepat atau semi cepat Jakarta-Surabaya baru sebatas pengajuan proposal dari Jepang. Jepang diberikan kesempatan untuk memberikan proposal awal, baik itu cepat maupun semicepat, namun belum ada kesepakatan. Dengan demikian, belum ada penentuan operator kereta api tersebut.

“Jepang tidak menunjuk perusahaan apa-apa, yang diharapkan adalah perusahaan patungan (Jepang dan Indonesia) sementara untuk nilai investasi tidak dibahas tadi,” ungkap Budi.

Budi mengaku Presiden Jokowi menyambut proposal yang diajukan Jepang tersebut. “Ya Presiden memberikan kesempatan memberikan proposal, yang penting kita memberikan kesempatan pengajuan proposal awal untuk Jakarta- Surabaya berjarak 720 kilometer,” tambah Budi.

Sementara itu, kerja sama Jepang-Indonesia yang segera terwujud adalah pembangunan Pelabuhan Patimban, Subang. Indonesia meminta Pelabuhan Patimban dibangun paling lambat awal 2018 dan mulai dioperasikan secara bertahap awal 2019.

Be the first to comment on "RI – Jepang Perkuat Kerjasama Ekonomi dan Pertahanan"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*