Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

Komisioner KPU: Kami Siap Jika Tidak Ada Parliametary Threshold

Foto: Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Navigasinews.com – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hadar Nafis Gumay mengatakan, pihaknya siap menjalankan apa pun hasil pembahasan Rancangan Undang-Undang (UU) Pemilu, termasuk jika ambang batas pemilihan presiden atau presidential threshold ditiadakan.

“Kami siap melaksanakan, apa pun sistemnya, termasuk jika presidential threshold ditiadakan,” ujar Hadar dalam diskusi bertajuk “RUU Pemilu dan Pertaruhan Demokrasi” di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (14/1).

Hadar menilai sebetulnya presidential threshold dan parliamentary threshold nol persen atau ditiadakan memiliki dampak positif. Pasalnya, akan memberikan banyak alternatif kepada pemilih dan aspirasi masyarakat bisa terwakili dengan banyaknya calon legislatif atau calon presiden.‎

“Tentunya, semakin banyak calon, maka semakin menguntungkan pemilih untuk memilih berbagai alternatif,” tandas dia.

Meskipun demikian, Hadar mengakui bahwa banyak calon baik legislatif maupun presiden yang maju bisa membingunkan masyarakat pemilih. Apalagi, jika memasuki tahapan kampanye dan pencoblosan.

“Karena itu, perlu ditata rapi agar tidak membingunkan masyarakat,” kata dia.

Pihaknya, kata Hadar, meminta pembuat UU agar tidak mengatur hal-hal yang bersifat teknis dalam UU Pemilu. Detail hal teknis, menurut dia, diserahkan saja kepada penyelenggara, seperti soal tahapan pemilu dan tata cara pencalonan.

“UU Pemilunya jangan terlalu detail mengatur hal-hal yang teknis supaya bisa memberi ruang kepada penyelenggara untuk mengaturnya. Misalnya, diatur saja bahwa Presiden terpilih 30 hari sebelum waktu pelantikan,” jelas dia.

Selain itu, Hadar juga mengusulkan agar pembentukkan daerah pemilihan dari tingkat pusat sampai daerah diserahkan kepada penyelenggara. Sehingga pembentukan dapil tidak terlalu bersifat politis.

Be the first to comment on "Komisioner KPU: Kami Siap Jika Tidak Ada Parliametary Threshold"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*