Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

Ketum HMI Makassar Timur: Para Penguasa Mesti Tumbang Karena Keserakahannya

Abdul Muis Amiruddin, Ketua Umum HMI Cabang Makassar Timur

Navigasinews.com – Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar Timur (Maktim), Abd.Muis Amiruddin mengungkapkan kekesalannya terhadap kondisi kekinian bangsa di awal tahun 2017 ini.

Menurutnya, Indonesia tengah dipenuhi oleh gosip tentang peran Pengurus Negara yang belum maksimal mewujudkan harapan kita bersama sebagaimana tujuan bernegara.

“kita semua berharap Indonesia menjadi lebih baik. Kita semua berdoa untuk kebaikan bangsa ini baik secara Ekonomi maupun secara Politik, namun demikianlah harapan, ia akan membuat sayapnya sendiri dan akan mematahkannya sewaktu ia inginkan” terang Abd. Muis melalui keterangan pers yang diterima redaksi navigasinews.com (Jumat, 13/01/2017).

Pemuda yang akrab disapa Muis ini menjelaskan, fenomena harga Cabe di pasar yang tiba-tiba menjadi mahal adalah sesuatu yang sangat klasik. Alasannya adalah karena banyak petani yang gagal panen sehingga jumlah barang terbatas, akibatnya harga melambung tinggi. Mestinya Negara telah jauh-jauh hari memikirkan solusinya, mengajak seluruh Masyarakat untuk menanam Cabai tidak mesti selalu petani.

“Program pemerintah mesti lebih edukatif kedepannya, kini mesti dikembangkan sistem pertanian berbasis Rumah Tangga, kita ajak saudara-saudara kita, Rakyat kita dan seluruh elemen Masyarakat dengan memanfaatkan Halaman sebagai media tanam, mengganti Bunga dengan tanaman Cabai dan seterusnya. itu juga solusi” Jelas Muis.

Selain itu, tambahnya, masyarakat juga disibukkan oleh masalah Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang diusung oleh Pemerintah terkait kenaikan BPKB, STNK dsb.

“Pertanyaannya apakah itu penting ataukah tidakkah membebani Masyarakat? sudah siapkah Rakyat dengan keadaan tersebut? Pemerintah mesti menjawab itu secara terbuka di depan publik.” Kesal Abd. Muis.

Alumni Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin ini mengungkapkan bahwa Fenomena naiknya harga kebutuhan masyarakat (Listrik, BBM serta biaya-biaya administrasi lainnya) akan mempengaruhi Ekonomi Rakyat. Muis mengungkapkan bahwa yang mesti dilakuakan adalah mengevaluasi pemerintahan jokowi-jk secara terbuka soal prestasi dan rencana jangka panjangnya terkait kebijakan-kebijakan yang lahir di periode pemerintahannya ini.

“Pengurus Negara mesti mampu menjawab persoalan bangsa dengan cara bijak, bukankah Negara juga ikut berbisnis? Selemah itukah negara ikut ambil peran hingga perusahaan-perusahaan terlihat begitu menari-menari di negara ini menikmati butir-butir laba mereka. sedang bagaimana nasib Rakyat kecil?”

Abdul muis mengingatkan agar masyarakat dapat melirik bagaimana para asing menguasai bangsa ini, mengambil harta kekayaan bangsa.

“sekali lagi rakyat yang harus membayarnya” tutur muis.

Kondisi tersebut menurutnya lebih diperparah lagi oleh pemberitaan Hoax yang tersebar dimana-mana. Apalagi berita-berita (hoax) tersebut telah mendapat tempat tersendiri mengenai kompleksitas masalah bangsa ini. Banyak diantara kita setiap hari mengkonsumsi wacana penuh kebencian dan kepalsuan, masalahnya adalah karena mentalitas kita masih belum siap menghadapi modernitas.

Oleh Karena itu, lanjujtnya, kita (masyarakat) mesti lebih kuat, Manusia yang maju adalah manusia yang mampu membaca tanda-tanda zaman dan menyesuaikan diri.

“Mari kita rawat Indonesia bersama-sama, musuh bersama kita adalah perampok dan koruptor yang memanfaatkan kekayaan negara kita, yang mebuat Rakyat menderita karena tertindas. Kita jaga stabilitas negara bersama-sama sampai waktunya tiba, para penguasa mesti tumbang karena keserakahannya.” Tutup Muis.

Be the first to comment on "Ketum HMI Makassar Timur: Para Penguasa Mesti Tumbang Karena Keserakahannya"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*