Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

Fokus Infrastruktur, Jokowi Dinilai Abaikan Politik Akal Budi

Presiden Jokowi Mengunjungi Proyek Pembangunan Tol Batang - Semarang

Navigasinews.com – Memasuki tahun ke tiga, Presiden Joko Widodo dianggap masih mementingkan pembangunan infrastruktur. Presiden tidak terlalu memikirkan masalah politik di Indonesia.

Pengamat politik dari Lingkar Madani, Ray Rangkuti menjelaskan, pada 2016, hasil kerja Jokowi dapat dirasakan secara menyeluruh oleh masyarakat.

Hal tersebut membuat elektabilitas dan popularitas Jokowi tetap tinggi. Namun, Presiden dinilai abai pada masalah politik.

“Fokus Presiden pada pembangunan infrastruktur itu membuat pengisian politik agak berkurang,” ungkap Ray di sebuah diskusi di Kantor Formappi, Matraman, Jakarta Timur, Senin (9/1/2016).

Ray mengibaratkan, pada tahun 2015-2016 presiden bak teknisi yang betul-betul hanya memikirkan bagaimana membangun infrastruktur. Pembangunan infrastruktur tentu diharapkan berimplikasi pada pandangan publik terhadap Presiden.

Menurut Ray, hal itu memang berbanding lurus. Sebab, dari hasil sejumlah survei pada 2016, tingkat kepuasan masyarakat pada kinerja Jokowi sangat tinggi, di atas 60 persen.

Gemuknya koalisi pemerintahan saat ini membuat Jokowi semakin nyaman menjalankan pemerintahannya.

“Sekarang ada tujuh parpol di dalam koalisi besar. Hanya tiga parpol di luar pemerintah. Dilihat dari situ, Presiden tidak lagi memikirkan politik, fokus dalam pembangunan,” katanya.

Be the first to comment on "Fokus Infrastruktur, Jokowi Dinilai Abaikan Politik Akal Budi"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*