Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

Wakil Kanselir Jerman Minta Masjid Salafi Dtutup

Foto Wakil Kanselir Jerman

navigasinews — Wakil Kanselir Jerman Sigmar Gabriel meminta masjid-masjid salafi di Jerman ditutup, Jumat (6/1). Gabriel menyerukan sikap ‘toleransi nol’ dalam memerangi terorisme Islam.

Dia menambahkan mereka yang melakukan kekerasan seharusnya tidak dilindungi undang-undang kebebasan beragama. “Masjid-masjid salafi harus dilarang, komunitasnya dihilangkan dan ulamanya harus diusir, sesegera mungkin,” katanya dalam wawancara dengan majalah Jerman Der Spiegel, dilanisr dari Al Araby, Ahad (8/1).

Pemimpin Partai Sosial Demokrat tersebut mendesak adanya perlawan budaya terhadap kekerasan. Dia menginginkan peningkatan pengeluaran untuk program-program sosial, termasuk memperhatikan warga desa yang miskin agar tidak putus asa dan menjadi radikal.

Sopir truk maut yang menewaskan 12 orang pada Desember lalu, Anis Amri diduga terkait dengan ulama salafi Abu Walaa. Walaa ditahan pada November tahun lalu bersama dengan sejumlah pengikutnya karena mencoba merekrut Muslim Jerman bergabung dengan ISIS.

Gabriel sebelumnya pernah meminta Arab Saudi menghentikan pendanaan masjid fundamentalis pada 2015. Dia menghubungkannya dengan peningkatan terorisme.

“Masjid wahabi di seluruh dunia dibiayai Arab Saudi. Di Jerman banyak Muslim yang dianggap berbahaya muncul dari komunitas ini,” katanya dalam wawancara dengan harian Bild am Sonntag.

Berdasarkan statistik nasional, ada sekitar 9.700 orang yang mengidentifikasi dirinya sebagai Muslim salafi di Jerman. Komentar Gabriel dilakukan saat negara tersebut bersiap menggelar pemilihan parlemen antara Agustus dan Oktober.

Be the first to comment on "Wakil Kanselir Jerman Minta Masjid Salafi Dtutup"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*