Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

Ahok janji gugat balik warga Bukit Duri

Tersangka Kasus Penistaan Agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

Rimanews – Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purama alias Ahok berpendapat ada kesalahan yang dilakukan anak buahnya ketika menggusur warga Bukit Duri, hingga majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) mengabulkan gugatan warga.

Dia memastikan akan melakukan upaya hukum untuk membatalkan kemenangan warga Bukit Duri atas surat peringatan penggusuran yang diterbitkan Pemkot Jakarta Selatan, ketika dirinya kembali menjabat sebagai gubernur aktif.

“Pasti kita akan lanjutkan, makanya kita lagi pelajari kalahnya kenapa? Karena memang sering ada surat atau apa yang salah. Ini sama seperti kasus Bidara Cina dulu,” ujar Ahok disela kampanyenya di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, hari ini.

Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), kemarin menyatakan penggusuran wilayah Bukit Duri, pada September 2016 tidak ada dasar hukumnya. Majelis hakim memutuskan pelaksanaan pembebasan tanah-tanah warga Bukit Duri tidak berdasarkan pada tahap-tahap dalam UU Pengadaan Tanah.

Peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 163/2012 jo Keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 2181/2014 sebagai dasar hukum dilaksanakannya program normalisasi Kali Ciliwung untuk menggusur. Padahal peraturan tersebut telah habis masa berlakunya pada tanggal 5 Oktober 2015.

Kemenangan tersebut dinilai sebagai bukti bahwa penggusuran merupakan tindakan semena-mena dan serampangannya Ahok pada aturan yang berlaku.

Namun, Ahok berkeras akan mempelajari dasar aturan keputusan hakim memenangkan warga. Dia juga menyatakan akan melihat lagi aturan tuntutan warga yang meminta ganti rugi atas penggusuran yang dilakukan Pemprov DKI.

“Ganti rugi, kalau itu barangnya dia enggak masalah, kalau itu tanahh negara atau apa kita mesti hitung. Nanti kalau sudah masuk (jadi gubernur lagi) saya bisa lihat,” ungkap Ahok.

Be the first to comment on "Ahok janji gugat balik warga Bukit Duri"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*