Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

Bukti Prestasi Jenderal Tito Sang Pilihan Tunggal Presiden

Jenderal Tito Karnavian Saat Dialantik Sebagai Kapolri

Hari itu adalah kamis, 16 Juni 2016, tepatnya menjelang siang hari. Suara dari istana negara mengumandangkan Nama Komisaris Jenderal Polisi Tito Karnavian sebagai calon tunggal Kepala Kepolisian Republik Indonesia.

Presiden menyebutkan, surat penunjukan Tito Karnavian diserahkan ke DPR pada Rabu 15 Juni 2016 atau sehari sebelum dia mengumumkan dari Istana. Proses pergantian Kapolri disebut telah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia.

“Saya berharap Komjen Tito nantinya dapat meningkatkan profesionalisme Polri sebagai pengayom masyarakat dan memperbaiki kualitas penegakan hukum, terutama terhadap kejahatan narkoba, terorisme, dan korupsi,” ujar Jokowi.

Presiden menerangkan bahwa Tito memiliki beberapa kelebihan yang mampu mengemban jabatan sebagai Kapolri dalam beberapa tahun ke depan.

“Saya meyakini Beliau mempunyai kemampuan, cerdas, mempunyai kompetensi yang baik. Dan kita berharap DPR bisa segera memproses ini,” tutur Jokowi.

Menanggapi surat presiden tersebut, di DPR pun tak banyak terdengar suara penolakan seperti biasanya. Surat yang mencantumkan nama Tito Karnavian pun disebutkan dalam rapat paripurna, Senin 20 Juni 2016.

Tak ada interupsi dari para wakil rakyat usai pembacaan surat tersebut. Lalu DPR pun akan menindaklanjuti surat dari Presiden tersebut. Bahkan, Ketua DPR yang saat itu dijabat oleh Ade Komaruddin memastikan proses pengujian Tito sebagai calon Kapolri akan selesai sebelum Idul Fitri.

Mulusnya pencalonan Tito juga bisa dilihat saat rombongan Komisi III DPR mengunjungi rumah dinasnya di Kompleks Polri Ragunan, Jalan Ampera, Jakarta Selatan. Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo mengatakan, kunjungan tersebut bagian dari uji kelayakan dan kepatutan Komisi III DPR terhadap calon Kapolri.

“Kami baru saja selesai rangkaian fit and proper test, ini rangkaian kedua setelah kami lakukan undangan untuk dapatkan masukan terhadap rekam jejak calon Kapolri. Kemarin hadir PPATK, KPK, Kompolnas. Sekarang kunjungan ke kediaman calon,” kata Salah satu politisi Partai Golkar, Bambang Soesatyo usai mengunjungi kediaman Tito di lokasi, Rabu 22 Juni 2016.

Kemudian pada akhirnya, Komisi III DPR menyetujui Komjen Tito Karnavian menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Badrodin Haiti. Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo yang memimpin rapat fit and proper test menanyakan ke seluruh fraksi yang hadir, apakah menyetujui Tito Karnavian menjadi Kapolri.

“Apakah setuju?” tanya Bambang di ruang rapat Komisi III, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis 23 Juni 2016.

“Setuju,” jawab seluruh anggota fraksi.

“Alhamdulillah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, ini hari yang sangat penting. Rangkaian fit and proper test cukup banyak pertanyaan yang disampaikan. Visi-misi juga sudah saya sampaikan juga,” kata Tito di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Kamis 23 Juni 2016.

Tito berujar, meski diberikan amanah menjadi kapolri, namun hal tersebut juga sebuah cobaan. Sebab menurutnya, posisi pemimpin Polri tersebut mengemban tugas yang tidak mudah. Kendati demikian, mantan Kapolda Papua ini berjanji bekerja semaksimal mungkin untuk kebaikan Korps Bhayangkara.

“Bagi saya pribadi, kalau rangkaian-rangkaian ini tuntas, kemudian saya diberikan amanah ini, bagi saya adalah suatu cobaan dari Allah SWT. Saya ingin berbuat yang terbaik bagi Polri, masyarakat, bangsa, dan negara. Saya kira itu saja,” ujar dia.

Maka, jadilah Tito Karnavian sebagai Kapolri. Tiga bulan setelah dilantik sebagai Kepala BNPT di Istana Negara, dia kembali hadir untuk dilantik di tempat yang sama. Namun, Rabu siang 13 Juli 2016 itu dia dilantik sebagai Kapolri, orang nomor satu di gedung megah di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan.

Berbagai prestasi pun ditunjukkan, utamanya dalam penanggulangan tindak terorisme. Berbagai tindak nyata pun dapat disaksikan oleh masyarakat. Atas kerjasama dengan berbagai element pihak kepolisian berhasil mengungkap berbagai kasus di antaranya:

  1. 28 Agustus, percobaan bom bunuh diri di Gereja Katolik Stasi Santo Yoseph, Medan, Sumatera Utara. Ivan Armadi Hasugian (17), pelaku teror berhasil ditangkap.
  2. 28 September, Densus 88 menyergap Agus alias Abu Fauzan di Jalan Raya Mustikasari, Mustikajaya, Kota Bekasi. Agus merupakan pendatang tinggal selama dua tahun di Kampung Kelapa 2 RT 1 RW 8, Kelurahan Padurenan.
  3. 20 Oktober. SA (22) yang menyerang tiga polisi di dekat Pos Polisi di Jl. Perintis Kemerdekaan, Cikokol, Tangerang, Banten. Pelaku tewas kehabisan darah (Dua kakaknya adalah anggota Polisi).
  4. 13 November, sebuah bom molotov diledakkan di depan Gereja Oikumene Kota Samarinda, Kalimantan Timur (teror Bom pertama di Samarinda). Empat anak terluka dan satu di antaranya meninggal. Juhanda (32), pelaku berhasil ditangkap warga yang sempat melarikan diri lalu diserahkan ke kepolisian.
  5. 18 November 2016, Densus 88 Antiteror menangkap lima orang laki-laki terduga teroris di Desa Lubang Buaya, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Mereka baru sepekan mengontrak dua rumah.
  6. 23 November. Rio Priatna Wibowo (23) ditangkap di Desa Girimulya, Majalengka. Rio adalah anggota Jamaah Anshar Daulah Khilafah Nusantara (JADKN). Barang bukti: bahan baku bom seperti asam nitrat, asam sulfat, air raksa, pupuk urea, gelas kimia, dan kristal warna cokelat.
  7. 26 November. Bahrain Agam (36) ditangkap di Desa Blang Tarakan, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Bahrain diduga sebagai pencetus ide pembuatan bom, pembeli bahan peledak, dan penyedia uang Rp 7 juta untuk pengadaan perlengkapan teror.
  8. 27 November. Penangkapan terduga teroris bernama Saiful Bahri alias Abu Syifa (30) di Desa Baros, Serang, Banten. Polisi menduga Saiful terlibat dalam pembuatan laboratorium bahan peledak dengan kekuatan daya ledak tinggi (high explosives). Dikaitkan dengan Rio Priatna Wibowo (23) yg telah ditangkap sebelumnya.
    28 November. Hendra alias Abu Pase dibekuk di sebuah tempat pemancingan di Jalan Ismaya Raya, Pondok Benda, Kota Tangerang Selatan, Banten. Polisi menduga ia terlibat dalam jaringan Bahrun Naim. Target pengeboman: Gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Markas Besar Kepolisian, Kedutaan Besar Myanmar, kantor TV One, dan kantor Metro TV. Rencana waktu: Natal dan tahun baru.
  9. 10 Desember. Densus 88 menangkap tiga orang terduga teroris di Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi. Mereka adalah Dian Yulia Novi, Agus Supriyadi, dan Nur Solihin. Petugas menemukan bom siap ledak seberat 3 kilogram. Mereka juga terkait dengan jaringan Bahrun Naim. Barang bukti: sebuah bom rakitan dalam panci. Target pengeboman: Istana Presiden.
  10. 10 Desember. Densus 88 menangkap AM di Solo, jaringan 3 org lainnya yang ditangkap di Bekasi di hari yang sama.
  11. 11 Desember. Densus 88 menangkap Khafid Fathoni (22) di kec. Widodaren, Ngawi, Jawa Timur. Ini pengembangan perburuan terduga teroris Bekasi, Jawa Barat.
  12. 11 Desember. Tim Densus Anti Teror 88 menangkap Wawan Prasetyo (23) Dusun Yapaklo, Desa Troketon, Kecamatan Pedan, Klaten, Jateng. Wawan yang diduga terkait jaringan pelaku teror bom di Bekasi.
  13. 15 Desember. Penangkapan terduga teroris Ika Puspitasari (34), warga Dusun Tegalsari, Desa Brenggong, Kabupaten Purworejo, Jateng.
  14. 18 Desember. Tim Densus 88 Antiteror kembali menangkap dua orang di Solo, Jawa Tengah. Mereka juga menggeledah kediaman kedua orang itu. Dalam penggeledahan pertama di rumah Tri, polisi menemukan wadah berisi cairan yang diduga bahan kimia, 10 kilogram paku, telepon genggam, serta paralon. Sedangkan di rumah Yasir, polisi menemukan beberapa dokumen, termasuk empat paspor.
  15. 21 Desember, Operasi penyergapan di 4 daerah.
    – Penyergapan di Tangerang Selatan. Penyergapan di rumah kontrakan nomor 46 RT 02 RW 11 Kampung Curug, Kecamatan Setu, Tangsel, Banten. Dalam penyergapan itu, tiga terduga teroris yakni Omen, Irwan dan Helmi tewas karena melawan saat dikepung. Adam dan 3 orang itu berencana melakukan teror dengan lokasi pos polisi lalu lintas di Serpong, Tangerang.
    – Penyergapan di Payakumbuh, Sumatera Barat. Di lokasi ini, tim Densus 88 menangkap seorang terduga teroris berinisial JT alias H di Balai Nan Duo, Payakumbuh Barat. JT diduga anggota kelompok Katibah Gonggong Rebus (KGR) yang pernah melakukan rencana teror di Batam dan Singapura.
    – Penyergapan di Deli Serdang, Sumatera Utara. Terduga teroris S ditangkap di Kecamatan Biru-Biru, Deli Serdang. S ini juga terkait dengan Katibah Gonggong Rebus (KGR).
    – Penyergapan di Batam. Tim Densus 88 menangkap HA, terduga teroris di Sagulung, Batam, Kepulauan Riau. HA diduga berperan sebagai perekrut WNI ke Suriah yang juga anggota kelompok teroris Katibah Gonggong Rebus (KGR).
  16. 25 Desember. Penyergapan terduga Teroris Di Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Mereka dibekuk di dua lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Rizal dan Ivan ditangkap dalam keadaaan hidup. Sementara Abu Faiz dan Abu Sofi tewas dalam penangkapan di Waduk Jatiluhur. Kelompok ini merencanakan aksi teror di pos polisi Pasar Senen Jakarta Pusat sebagai sasaran utama. Rencananya, mereka akan beraksi pada malam tahun baru. Rencana teror kelompok ini berhasil digagalkan Tim Densus.
  17. 27 Desember. Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Satuan Brimob Polda Jawa Tengah melakukan disposal atau peledakan bom rakitan yang ditemukan di depan apotek Perintis Farma Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. []

Be the first to comment on "Bukti Prestasi Jenderal Tito Sang Pilihan Tunggal Presiden"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*