Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

10 Harapan Masyarakat Untuk Perekonomian Indonesia di Tahun 2017

NavigasiNews – Tahun baru identik dengan harapan perubahan ke arah yang lebih baik, tidak terkecuali dalam bidang ekonomi. Kementerian Keuangan pun merincikan beberapa resolusi masyarakat sebagai harapan untuk perekonomian pada tahun depan.

Melalui survei penelitian dan pembangunan Kemenkeu, berikut 10 harapan masyarakat sebagai resolusi perekonomian pada 2017 nanti:

1. Harga kebutuhan pokok tetap stabil

Kenaikan harga bahan pokok terjadi setiap tahunnya. Komoditas bahan pangan, dari makanan pokok, sayuran, bumbu, dan lainnya diharap tak melonjak tinggi pada momen tertentu.

Pemerintah yang dalam hal ini memegang peran kewenangan, diharap bisa melakukan pengawasan. Serta memastikan, harga bahan pokok di pasaran tetap stabil, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang stabil.

2. Lapangan kerja bertambah luas

Berdasar Badan Pusat Statistik (BPS), pada Februari 2016, jumlah pengangguran di Indonesia mencapai lebih dari 7 juta orang. Tingginya angka pengangguran memiliki sejumlah dampak negatif, seperti meningkatnya angka kriminalitas. Situasi tersebut diharapkan bisa teratasi dengan adanya langkah proaktif dari pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja.

3. Standar penghasilan meningkat

Harga bahan pokok yang mengalami lonjakan, kenaikan tarif beberapa layanan publik membuat masyarakat harus memutar otak untuk bertahan hidup. Kondisi ini kemudian melahirkan tuntutan agar pemerintah bisa peka terhadap kebutuhan tersebut dengan menaikkan standar gaji masyarakat sehingga semua kebutuhan dapat terakomodasi.

4. Pertumbuhan ekonomi meningkat

Masyarakat menilai masih banyak persoalan yang harus dibenahi di sektor ekonomi. Dari survei ini, 8,3 persen responden berharap agar pemerintah bisa mengeluarkan kebijakan yang konkret terkait pertumbuhan ekonomi yang kini tengah melambat dan memengaruhi semua aspek kehidupan masyarakat.

5. Angka pengangguran berkurang

Salah satu faktor yang membuat munculnya masalah pengangguran adalah ketika adanya ketimpangan antara jumlah kesempatan kerja yang tersedia dengan tenaga kerja yang mumpuni. Pendidikan yang rendah dapat menyebabkan seseorang sulit untuk mendapat pekerjaan. Masyarakat pun berharap agar pemerintah bisa berperan serta untuk meningkatkan kualitas SDM dengan menyelenggarakan pelatihan kepada tenaga kerja sehingga memiliki keahlian memadai.

6. Angka kemiskinan turun

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, penduduk miskin per Maret 2016 mencapai 28,01 juta atau 10,86 persen dari total populasi. Jumlah ini berkurang dibandingkan September 2015, yakni sebesar 28,51 juta atau 11,22 persen dari jumlah penduduk. Meskipun turun, masyarakat tetap berharap adanya komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan kesejahteraan.

7. Nilai tukar rupiah stabil

Pergerakan nilai rupiah turut memengaruhi perekonomian Indonesia. Sebanyak 3,5 persen responden berharap kepada pemerintah agar nilai rupiah stabil sehingga memberikan iklim yang baik terhadap pelaku usaha.

8. Pemerataan pembangunan

Pembangunan daerah yang tidak merata merupakan suatu tantangan tersendiri bagi pemerintah. Kesenjangan pembangunan di negeri ini dapat dilihat dari dominannya kegiatan pemerintahan di Pulau Jawa, serta melebarnya kesenjangan pembangunan di Kawasan Barat Indonesia dan Kawasan Timur Indonesia. Atas dasar inilah, masyarakat menuntut pemerataan pembangunan di seluruh wilayah guna mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus menyejahterakan masyarakat.

9. Terhindar dari krisis pangan

Dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk, semakin meningkat pula kebutuhan pangan. Karenanya pemerintah harus bersiap agar terhindar dari terjadinya krisis pangan. Potensi Indonesia yang terdapat di darat dan laut memunculkan optimistis masyarakat terhadap kekuatan Indonesia untuk mengatasi persoalan ini.

10. Utang negara berkurang

Utang luar negeri merupakan langkah Pemerintah Indonesia untuk membiayai proyek infrastruktur, dan belanja negara lainnya. Utang luar negeri pemerintah hingga triwulan II 2016 mencapai USD 158,7 miliar. Dari USD 151,3 miliar pada kuartal sebelumnya.

Namun demikian, masyarakat berharap agar negara dapat melepaskan ketergantungan pada utang luar negeri. Terlebih banyak sumber-sumber potensial di dalam negeri yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomi sehingga tidak perlu lagi mengharapkan pinjaman pihak asing.

Be the first to comment on "10 Harapan Masyarakat Untuk Perekonomian Indonesia di Tahun 2017"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*