Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

Sekum Kohati PBHMI; Kami Terus Mengawal Proses Seleksi Komisioner KPU dan Bawaslu RI

Sekum Kohati PB HMI, Naila Fitria (Tengah) pada acara International Youth Forum, Tunisia 9-14 Oktober 2016.

Navigasinews – Sekretaris Umum Korps HMI Wati Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (KOHATI PBHMI) Naila Fitria berharap anggota perempuan di Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu periode mendatang bisa mencukupi quota 30% keterwakilan perempuan didalamnya bahkan bertambah. Menurutnya, ini sesuai dengan Undang-undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilu.

Dalam undang-undang tersebut diwajibkan KPU dan Bawaslu memiliki minimal 30 persen perempuan dalam struktur kepengurusan di tingkat pusat dan daerah.

Karena itu Naila berharap tim seleksi anggota KPU dan Bawaslu 2017-2022 memperhatikan keterwakilan perempuan ini.

“Perempuan di Indonesia itu butuh sekali keterwakilan, perempuan butuh menyuarakan aspirasinya, perempuan memerlukan rasa keberpihakan dari penyelenggara pemilu,” kata Naila di Jakarta, Selasa (26/12).

Naila mengatakan, jika unsur perempuan terwakili di penyelenggara pemilu, maka bisa jadi faktor pendorong untuk perempuan berani mengajukan diri sebagai calon legislator.

Pada kepengurusan KPU dan Bawaslu RI periode 2012-2017 hanya ada satu komisioner wanita di masing-masing lembaga. Padahal, kepemimpinan KPU pusat dipegang oleh tujuh komisioner. Sedangkan Bawaslu dipimpin oleh lima anggota.

Minimnya jumlah perempuan di struktur kepengurusan Bawaslu dan KPU RI saat ini telah diprediksi sejak dibukanya masa seleksi empat tahun lalu.

Kala itu, tercatat hanya ada 111 perempuan dari 606 pendaftar komisioner KPU RI. Sementara untuk Bawaslu RI ada 42 perempuan dari total 294 orang yang mendaftar ke timsel.

Saat ini, total jumlah pendaftar komisioner KPU dan Bawaslu RI mengalami penurunan. Namun, persentase perempuan yang mendaftar meningkat dibanding empat tahun lalu.

Dalam catatan Pusat Kajian Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unversitas Indonesia, ada 95 perempuan atau 29,2 persen dari total pendaftar komisioner KPU tahun ini. Sementara untuk Bawaslu ada 63 perempuan atau 26,4 persen dari keseluruhan pendaftar.

Naila yakin dengan peningkatan jumlah pendaftar perempuan ini, komposisi pengurus KPU dan Bawaslu periode mendatang akan lebih berimbang dari sisi gender.

“Saya yakin bisa mencapai kuota 30 persen perempuan, oleh sebab itu saya dan Kohati akan terus mengawal proses seleksi yang sedang berlangsung ini.” katanya.

Be the first to comment on "Sekum Kohati PBHMI; Kami Terus Mengawal Proses Seleksi Komisioner KPU dan Bawaslu RI"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*