Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

Kohati Dorong Keterwakilan Perempuan Di KPU Dan Bawaslu

Sekum Kohati PB HMI, Naila Fitria (Tengah) pada acara International Youth Forum, Tunisia 9-14 Oktober 2016.

Navigasinews – Formature Ketua Umum Korps HMI Wati Badan Koordinasi Kalimantan Barat (KOHATI BADKO KALBAR) Nur Laila mendorong agar semakin banyak lagi perempuan berkualitas yang mendaftarkan diri menjadi pimpinan Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu diberbagai daerah.

Dia menilai, banyak sekali perempuan di berbagai daerah yang memiliki kualifikasi untuk menjadi komisioner KPU ataupun Bawaslu. Lala juga melihat banyak akademisi perempuan yang menaruh perhatian dan peduli masalah kepemiluan.

“Saya percaya banyak perempuan yang kompeten dan berpengalaman dalam hal kepemiluan. mereka berangkat dari LSM, Ormas, dan perguruan tinggi.” kata Lala lewat lewat pesan singkatnya kepada navigasinews.com di Sambas – Kalimantan Barat, (26/12).

Perempuan yang akrab disapa Lala itu juga mengatakan keterwakilan perempuan dalam pemilihan umum, baik sebagai penyelenggara maupun calon anggota legislatif harus selalu menjadi konsen Kohati dalam setiap pembicaraan menjelang Pemilu di berbagai tingkat.

Dia menjelaskan, Undang-Undang Kepemiluan seperti UU Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilu Legislatif dan UU Nomor 15 Tahun 2015 tentang Penyelenggara Pemilu telah mensyaratkan 30 keterwakilan perempuan baik caleg maupun komposisi penyelenggara Pemilu.

“Pemerintah telah membuka pendaftaran calon komisioner KPU dan Bawaslu. Tim seleksi  bekerja ekstra untuk menyaring nama-nama tersebut, saya berharap, Kohati konsen mengawal keterwakilan perempuan sampai final.” beber Lala.

Populasi Perempuan

Sementara itu menurut Sekretaris Umum Korps HMI Wati (KOHATI) PB HMI Naila Fitria, pendaftaran untuk KPU, dari 138 pendaftar, 42 orang di antaranya adalah perempuan atau 41,4 persen.

Naila sebelumnya sempat menyayangkan di antara sebelas tim seleksi KPU-Bawaslu, hanya ada satu perempuan, Valina Singka Subekti.

Itulah sebabnya dalam seleksi KPU-Bawaslu kali ini, Lewat Kohati PBHMI Naila terus mendorong perempuan-perempuan berkualitas untuk mau bersaing dan duduk sebagai keterwakilan perempuan.

“Saat ini dari 7 Komisioner KPU kan hanya satu perempuan, yaitu ibu Ida Budhiati, oleh sebab itu, pada seleksi Komisioner KPU Tahun ini, saya berharap setidaknya harus ada 2 atau lebih keterwakilan perempuan didalamnya. Saya bersama Kohati siap mengawal proses seleksi tersebut.” ungkap Naila setelah dihubungi via telepon oleh navigasinews.com di Lombok, (26/12).

Selain itu, Naila juga mengingatkan bahwa sistem Pemilu yang dilaksanakan serentak tentu saja membuat pekerjaan KPU semakin berat, walaupun Pilkada dilaksanakan diberbagai tempat dan penyelenggara yang berbeda, namun tetap saja peran KPU Pusat tidak dapat dihindari. terlebih pada Pemilu 2019 nanti akan berbeda dengan Pemilu sebelumnya, karena Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) juga dilaksanakan serentak.

“Dengan sistem yang seperti ini, sangat memungkinkan untuk menambah jumlah komisioner KPU, dengan begitu, bukan hanya bicara keterwakilan perempuan saja, tetapi juga jangkauan dan efektifitas kerja yang akan semakin professional dalam penyelenggaraan Pemilu”. tutup Naila.

Be the first to comment on "Kohati Dorong Keterwakilan Perempuan Di KPU Dan Bawaslu"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*