Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

Wiranto Minta Revisi UU Terorisme Cepat Disahkan

Foto: Wiranto, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM

Navigasinews – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto berharap revisi Undang-undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme cepat disahkan. DPR diminta segera menyelesaikan dan menyetujui revisi UU tersebut.

“Untuk segera disetujui, terorisme tidak akan menunggu sampai UU itu selesai,” kata Wiranto di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (23/12/2016).

Setelah menggelar rapat koordinasi khusus tingkat menteri, pemerintah sepakat aparat keamanan harus diperkuat untuk menindak pelaku teror. Pemerintah sepakat UU tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme diperkuat.

Revisi, kata Wiranto, membuat aparat penegak hukum lebih memiliki taji dalam melakukan penindakan. Aparat penegak hukum bisa bekerja lebih cepat dan lebih dini untuk mengurangi ancaman teror.

“Karena tidak mungkin kita biarkan aparat keamanan yang kita tugasi menindak terorisme dengan tangan terikat,” ujarnya.

Pelibatan Masyarakat

Wiranto melihat pelaku teror telah mencair dengan masyarakat. Pemerintah sepakat, masyarakat harus dilibatkan dalam pencegahan terorisme. Sebab, masyarakat merupakan pihak paling dirugikan jika teroris berhasil menjalankan aksinya. “Selain negara sebagai penyelenggara negara,” kata Wiranto.

Wiranto sadar, pemerintah telah punya Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Detasemen khusus antiteror 88 untuk melakukan pendekatan dan penindakan. Namun, tanpa pelibatan masyarakat, upaya pencegahan tak akan maksimal.

Menurut Wiranto, masyarakat menjadi pihak yang diandalkan dalam peringatan awal. Masyarakat bisa melihat sosok mencurigakan yang hidup di lingkungan mereka. “Dari sanalah aktivitas para pelaku teror ini terlihat, di masyarakat,” jelas Wiranto.

Be the first to comment on "Wiranto Minta Revisi UU Terorisme Cepat Disahkan"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*