Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

Akom: Saya Cukup Koperatif dengan Pemerintahan Jokowi-JK

Foto: Mantan Ketua DPR RI, Ade Komarudin (Akom).

Navigasinews – Mantan Ketua DPR Ade Komarudin (Akom) menyatakan bahwa dirinya merupakan ketua DPR yang sangat koperatif dengan pemerintahan Joko Widodo- Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Dari evaluasi media yang dilakukannya setiap bulan, menunjukkan bahwa dirinya merupakan ketua DPR yang koperatif.

“Saya akhirnya menyimpulkan bahwa saya dianggap ketua DPR yang cukup koperatif dengan pemerintahan, tetapi tetap menjaga DPR sebagai lembaga legislatif, bukan lembaga stempel yang tidak diharapkan oleh demokrasi. Saya dipandang sebagai ketua DPR yang cukup positif,” ujar Akom dalam acara Silaturahim dan Media Gathering pada Refleksi Akhir Tahun 2016 dan Pandangan 2017 di kediamannya, Jalan Widya Chandra VII Nomor 5, Jakarta Selatan, pada Minggu (25/12).

Akom mencontohkan soal Rancangan Undang-undang (RUU) Pengampunan Pajak (Tax Amnesty). Menurutnya, dia bersama Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan mantan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro berperan besar dalam mengesahkan RUU ini.

“Saya dengan Saudara Olly Dondokambey dan Bambang Brodjonegoro yang diminta tolong pemerintah untuk membawa bola (Tax Amnesty) dari gawang awal sampai ujung untuk masukkan bola. Keduanya masih hidup, silakan tanya ke mereka. Saya secara pribadi mengucapkan terima kasih dengan dua orang bersangkutan,” terang dia.

Selain Olly dan Bambang, kata dia, Luhut Binsar Panjaitan yang waktu itu masih menjabat sebagai Menko Polhukam sangat konsen mengkawal jalannya UU Pengampunan Pajak, sehingga sedikit banyak bisa menyelamatkan ekonomi Indonesia di tengah melemahnya ekonomi dunia.

Namun politisi Golkar ini menyayangkan ada fitnah terhadap dirinya yang mengatakan bahwa ia menerima uang sebesar Rp 100 miliar untuk menang di Munaslub Golkar. Selain itu, ada juga yang memfitnah dirinya melakukan negosiasi tentang repatriasi dengan para pengusaha sehingga menghambat terwujudnya UU Tax Amnesty.

“Dan fitnah itu sampai pada Presiden Jokowi. Makanya Akom nggak punya tempat sebagai ketum Golkar. Saya kembalikan kepada Tuhan atas fitnah itu dan semoga yang memfitnah disadarkan Tuhan mudah-mudahan fitnah seperti itu tidak dikembangkan terus menerus dalam politik kita karena itu akan merusak demokrasi,” pungkas dia

Be the first to comment on "Akom: Saya Cukup Koperatif dengan Pemerintahan Jokowi-JK"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*