Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

Empat bulan percobaan bagi penghadang Djarot di Kembangan

Foto: Djarot Syaiful Hidayat, calon wakil gubernur DKI Jakarta, ketika memenuhi panggilan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (5/12), ihwal kasus pengadangan kampanye.

NavigasiNews – Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat memberikan vonis penjara dua bulan dengan masa percobaan empat bulan bagi Naman Sanip, 52 tahun, Rabu (21/12).

Pedagang bubur ayam itu dipidana atas kasus pengadangan kampanye wakil gubernur Djarot Syaiful Hidayat di Kembangan Utara, Jakarta Barat, pada 9 November 2016.

Namun demikian, putusan dari majelis hakim yang diketuai Masrizal lebih ringan dari tuntutan jaksa, yakni tiga bulan penjara dengan masa percobaan enam bulan.

“Putusan sudah sesuai karena dua per tiga tuntutan jaksa, jadi hakim mengambil putusan itu,” kata pengacara Naman, Abdul Haris Ma’mun, usai persidangan, seperti dikutip Kompas.com. “Pak hakim hanya menganggap (terpidana) menganggu (kampanye)”.

Majelis hakim menetapkan pidana dimaksud tidak dijalani kecuali ada putusan yang menyatakan lain sebelum masa percobaan empat bulan berakhir.

Artinya, jika dalam tenggat waktu empat bulan Naman kembali melakukan tindak pidana, ia mesti menjalani masa hukuman dua bulan penjara.

Jaksa penuntut umum, Reza Murdani, mengatakan hukuman bagi Naman menjadi lebih ringan karena Djarot membuka pintu perdamaian.

Saat memberikan keterangan sebagai saksi pada 16 Desember, pasangan calon gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, itu memberikan maaf kepada Naman, sosok yang dinyatakan telah melanggar Pasal 187 Ayat 4 Undang-Undang No.10/2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah.

Sebelumnya, seorang anggota majelis hakim, Machri Hendra, sempat mempertanyakan dugaan pengadangan kampanye kepada Koordinator Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran Badan Pengawas Pemilihan Umum DKI Jakarta, Muhammad Jufri, Jumat (16/12) ketika memberikan keterangan dalam sidang di PN Jakarta Barat.

Dalam salah satu pertanyaan, Hendra meminta informasi mengenai apakah kampanye Djarot sudah berjalan saat Naman muncul sebagai terduga pengadang.

“Kampanye itu kan menyampaikan visi misi. Apakah si Djarot tadi sudah menyampaikan visi misinya atau sudah menjalankan kampanyenya? Karena kan mengacaukan, menghalangi, mengganggu, jalannya kampanye,” tanya Hendra dikutip Kompas.com.

Jufri menjawab bahwa kampanye merupakan penyampaian visi-misi dan kampanye Djarot sudah berjalan karena sudah blusukan dan bertatap muka menemui warga.

Djarot sebagai pihak yang disangka menjadi objek pengadangan telah pula memberikan keterangan mengenai awal mula kasus dimaksud.

Dilansir detikcom, Djarot bersaksi bahwa hari ketika masalah mengemuka, ia tengah berkampanye di empat daerah sekitar Kembangan Utara.

“Kami masuk pertama di Kampung Baru, tidak ada persoalan. Saya bisa menyerap persoalan warga. Setelah itu, kami berjalan kaki melewati kali Pesanggrahan. Ada sekelompok orang berteriak-teriak dan bernyanyi, intinya menolak Ahok,” ujar Djarot dikutip detikcom (16/12).

Kemudian, Djarot mendatangi orang-orang dimaksud dan menanyakan siapa komandannya. Naman pun menghampirinya.

“Seseorang terdakwa yang akhirnya berdialog dengan saya. Saya menanyakan alasan kami ditolak. Ia menjelaskan menolak Ahok, karena penista agama. Saya bilang, saya Djarot. Dia bilang saya se-grup,” urai mantan wali kota Blitar itu.

“Saya tidak ingat jumlah pengadang, kira-kira 15-20 orang. Rata-rata masih muda, ya,” katanya.

Di lokasi selanjutnya, Djarot pun mendapat perlakuan serupa sehingga membatalkan agenda, tapi tidak melihat terdakwa.

“Tidak jauh agak terpisah karena ada polisi di situ. Jadi dia (terdakwa) ini muncul dengan sendirinya. Selesai dialog, saya mau nyeberang tapi massa masih teriak-teriak. Kami meneruskan di Jalan H. Mading, salat Ashar dan keluar ada sekelompok orang datang dan berteriak sekitar 10 sampai 15 meter,” kata dia.

Diwartakan Merdeka.com, Naman mengaku kecewa dengan vonis baginya.

“Saya hanya menyampaikan aspirasi. Saya juga bukan komandan. Saya tukang bubur enggak mungkin jadi komandan demo,” ujarnya, Rabu (21/12).

Di lain pihak, Djarot pernah melontarkan rencana untuk menyantuni keluarga Naman jika sang terdakwa memang terbukti bersalah dan harus mendekam di bui.

“Saya sudah berjanji kalau memang dibutuhkan, membutuhkan bantuan gitu, ya, untuk keluarganya, saya pribadi siap untuk membantu,” katanya dilansir AntaraNews.com.

Be the first to comment on "Empat bulan percobaan bagi penghadang Djarot di Kembangan"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*